aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kesalahan yang Sering Tak Disadari Membuat Car Seat Mengancam Keselamatan Bayi

Tuesday, 21 May 2019 20:30:11 WIB | Rizki Adis Abeba
Kesalahan yang Sering Tak Disadari Membuat Car Seat Mengancam Keselamatan Bayi
Bayi di car seat (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Meski menjadi benda yang berfungsi menjaga keamanan dan keselamatan bayi dan balita ketika berada di dalam kendaraan, car seat bisa membawa petaka ketika tidak digunakan secara benar. Bagaimana itu bisa terjadi?

Banyak bayi mengalami sindrom kematian mendadak akibat dibiarkan tidur di car seat setelah selesai melakukan perjalanan dengan kendaraan. Orang tua enggan memindahkan mereka ke tempat tidur setelah sampai di rumah atau lokasi tujuan lain karena takut membangunkan bayi yang sedang tertidur pulas di car seat. Atau, banyak orang tua menganggap car seat bisa menjadi pengganti tempat tidur atau alas tidur bayi di rumah. Padahal ini salah besar.

Dr. Jeffrey Colvin, profesor madya pediatric di Rumah Sakit Anak Mercy di Kansas City, Missouri, mengatakan ketika melakukan perjalanan jauh, orang tua disarankan tetap membawa tempat tidur portable atau alas tidur untuk bayi sehingga ketika turun dari mobil, bayi bisa dipindahkan dari car seat ke alas tidur khusus bayi.

Sebab ketika car seat dipindahkan ke dalam ruangan di rumah, orang tua terkadang tidak menyadari bahwa alas yang digunakan untuk meletakkan car seat sangat tidak aman. Alas car seat yang didesain sesuai dengan bentuk dan posisi jok mobil terkadang tidak sesuai ketika Anda letakkan di atas meja, tempat tidur, kursi, atau alas lainnya.

“Ketika tidak digunakan sesuai petunjuk, bayi bisa jatuh dari tempat meletakkan (car seat) yang terlalu tinggi atau tertindih karena car seat terguling ketika diletakkan di alas yang terlalu lembut,” jelas Jeffrey Colvin.

Bayi juga bisa cidera hingga meninggal dunia akibat sabuk pengaman car seat yang tidak terpasang dengan benar. Diperkirakan bahwa sembilan dari sepuluh car seat dipasang secara tidak benar atau digunakan tidak sesuai auran oleh orang tua sehingga menyebabkan kecelakaan pada bayi.

“Tidak hanya dokter –terutama dokter anak—yang bertanggungjawab untuk mengedukasi keluarga, orang tua, dan pasien mereka. Tetapi orang tua juga pada umumnya juga perlu mengedukasi semua orang yang merawat bayi, entah pengasuh, nenek-kakek, atau siapapun yang turut merawat bayi mereka, bahwa car seat bukanlah pengganti alas tidur atau basinet,” urai Jeffrey Colvin. “Begitu pula dengan ayunan, bouncer, dan stroller,” tandasnya.

(riz / ray)

Komentar