aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ajarkan Anak Belanja Dulu, Baru Ajarkan Menabung

Monday, 13 May 2019 23:59:53 WIB | TEMPO
Ajarkan Anak Belanja Dulu, Baru Ajarkan Menabung
Ajari anak berbelanja (ilustrasi Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Perencana Keuangan Ligwina Hananto menyarankan agar orang tua terlebih dulu mengajarkan anak cara berbelanja sebelum mengajarkan anak cara menabung. "Selama ini salah, bukan ajarin menabung dulu, tapi anak harus pintar berbelanja dulu baru bisa menabung," kata Wina, sapaan Ligwina pada "Anti Boncos di Bulan Ramadhan" oleh PT Hero Supermarket Tbk di Jakarta awal Mei lalu.

Ada empat urutan kemampuan untuk mengatur keuangan yang perlu diajarkan ke anak sejak dini.

Pertama, anak perlu diajarkan tentang bagaimana menghasilkan uang. Bukan berarti, anak harus belajar berjualan, tapi anak harus paham bahwa uang tidak didapat begitu saja. Dengan begitu, si anak akan mengerti bahwa harus bekerja dulu baru bisa mendapatkan sesuatu.

Wina bercerita bahwa saat anaknya berumur 4 tahun, sang anak terheran-heran bagimana dengan mudahnya mesin ATM mengeluarkan uang. "Mereka enggak ngerti kalau uang itu enggak tumbuh di ATM, tapi harus kerja dulu baru bisa ambil uang di sana. Jadi mereka harus diajarin bahwa ibu bapak saya itu kerja dulu baru dapat uang, oh harus jualan, baru bisa dapat uang," kata Wina.

Urutan kedua adalah berbelanja. Menurut Wina, penting sekali mengajarkan anak untuk berbelanja. Dengan mengajarkan anak tentang pentingnya berbelanja, akan membuat dia paham apa yang perlu dibelanjakan dari uang yang sudah didapatnya. Edukasi ini juga penting karena belajar melatih kemampuan mengukur diri sang anak dalam membeli sesuatu dari uangnya.

Ketiga, adalah berbagi. Kegiatan berbagi harus dibiasakan sejak kecil. Kegiatan ini bisa dalam bentuk berzakat, atau sedekah. Berapa pun jumlah uang yang berikan, kata Wina, inti konsep berbagi adalah untuk menumbuhkan empati bahwa orang tidak cuma kerja keras untuk dapat uang dan membelanjakannya, tapi juga berbagi. "Kalau kita jago atur keuangannya, bisa menolong orang lain lebih baik dan lebih banyak," nya.

Terakhir, barulah edukasi menabung. Menurut Wina, menabung adalah kegiatan paling penting dalam mengatur pengeluaran. Tapi, kalau secara kemampuan mengatur, menabung menempati urutan terakhir setelah berbagi.

Seseorang tidak akan bisa menabung kalau tidak menghasilkan uang, menghargai dirinya dalam berbelanja, hingga berbagi. Bila yang diajarkan adalah teknik menabung dulu baru berbagi, Wina khawatir si anak nanti enggan untuk berbagi."Mending uangnya ditabung saja kan. Jadi, menabung tuh bisa otomatis, kalau dia tahu cara hasilkan uang, dia apresiasi dengan nabung, dan lain sebagainya," kata Wina.

TEMPO.CO

Komentar