aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tiga Cara Mengurangi Perilaku Tantrum pada Anak

Tuesday, 23 April 2019 21:45:51 WIB | Rizki Adis Abeba
Tiga Cara Mengurangi Perilaku Tantrum pada Anak
Ilustrasi: Menghadapi balita yang mengalami tantrum menjadi tantangan bagi hampir semua orang tua (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Menghadapi balita yang mengalami tantrum menjadi tantangan bagi hampir semua orang tua. Sebab hampir semua balita pasti pernah mengalami tantrum meski berbeda-beda kadar keparahannya. Bagaimana agar balita Anda tidak sering mengalami tantrum? Pengacara ilmu syaraf dan pakar tumbuh kembang anak asal Christchurch, Selandia Baru, Nathan Wallis, membagikan tiga kiat mencegah perilaku tantrum pada anak.

Nathan Wallis mengungkapkan dalam wawancara dengan Suzy Cato di siaran podcast Double Strength Mama Power, cara paling ampuh membantu mencegah anak mengalami tantrum adalah dengan membuat anak merasa berharga dan aman. Nathan Wallis juga menekankan, orang tua perlu berkomunikasi dengan anak dengan cara yang membuat mereka mau mendengarkan dan membuat mereka merasa berharga dan nyaman. Bagaimana kiatnya?

Biarkan Mereka Bersuara

Anak-anak tidak berdiri sendiri sebagai individu, namun merupakan bagian dari sistem sosial, yaitu keluarga. Perilaku yang ditunjukkan anak adalah respons mereka terhadap perilaku orang-orang di sekitarnya. Maka perilaku yang Anda dan keluarga tunjukkan akan menjadi cerminan bagi anak. Dan jangan lupa memperlakukan anak sebagai seorang individu yang mempunyai pemikiran sendiri dan berhak untuk didengarkan pendapat dan keinginannya. Sebab sering kali perilaku tantrum terjadi ketika anak merasa tidak bisa menyampaikan keinginannya secara verbal. "Dan ketika mereka dipaksa menunjukkan perilaku baik dan merasa tidak punya hak untuk menyuarakan isi hati, mereka akan melampiaskannya dengan perilaku tantrum dan melakukan hal yang berkebalikan dari instruksi Anda," urai Nathan Wallis.

Bebaskan Anak Berekspresi

Orang tua perlu memberikan batasan yang tepat untuk mengekspersikan diri mereka sendiri. Ubahlah kebiasaan Anda yang kerap melarang anak berbicara dan berekspresi, terutama di tempat-tempat umum. "Dengan terbiasa mengekspresikan diri, anak akan cenderung berbicara dengan Anda daripada mengalami tantrum. Ketika seorang Nathan (Wallis) kecil dia diperbolehkan berbicara dengan bebas baik ketika berada di tempat umum maupun bicara secara empat mata. Ini memberikan kesempatan bagi anak untuk bersikap terbuka dan jujur dan tidak perlu mengikuti semua kebiasaan orang tua dan anak lainnya," ungkap Nathan Wallis.

Berikan Waktu Berkualitas

Memberikan anak curahan perhatian secara berkualitas setidaknya selama sepuluh menit setiap minggu akan memberikan perubahan drastis pada hubungan orang tua dan anak. Ide ini awalnya muncul dari Oliver James di Inggris, di mana orang tua disarankan untuk mengatur waktu seminggu sekali khusus untuk dihabiskan bersama anak, tanpa gangguan apapun. Anda tidak perlu memikirkan liburan atau bepergian ke tempat-tempat yang disukai anak, yang penting Anda habiskan waktu khusus dan mencurahkan perhatian khusus untuk anak, entah dengan menemani mereka bermain atau mengobrol santai. "Ini menciptakan jarak yang intim di mana anak akan merasa sangat didengarkan," kata Nathan Wallis. 

(riz)

Komentar