aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

4 Cara Bijak Menghadapi Si Kecil yang Supersensitif (Bagian 2)

Friday, 12 April 2019 16:30:23 WIB | Rizki Adis Abeba
4 Cara Bijak Menghadapi Si Kecil yang Supersensitif (Bagian 2)
Mendisiplinkan anak-anak adalah tantangan besar. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Mendisiplinkan anak-anak adalah tantangan besar. Namun mendisiplinkan anak yang supersensitif, tantangannya lebih besar lagi. Sebab orang tua dituntut untuk sangat peka terhadap perasaan mereka yang sensitif. Lalu bagaimana cara yang tepat dalam menghadapi si anak supersensitif?

Tentu saja, ada hal yang bisa dilakukan orang tua untuk anak-anak yang supersensitif ketika berurusan untuk mendisiplinkan anak dalam beraktivitas, bersosialisasi, sekolah, dan pemahaman emosional lainnya. Apa saja?

Jangan gunakan kata disiplin

Maureen Healy merekomendasikan untuk tidak menggunakan kata "disiplin" dalam menerapkan aturan ke anak yang supersensitif. Karena menurutnya itu adalah kata kuno yang memberikan kesan bahwa Anda hanya fokus pada hukuman, bukan penyelesaian masalah. Sedangkan anak-anak yang supersensitif bisa merasa lebih tertekan dengan kata-kata keras seperti “disiplin”, “peraturan”, dan “hukuman” dibanding anak lainnya.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

”Saya juga menyarankan agar Anda bekerja sama dengan anak untuk menyelesaikan masalah, misalnya dengan berdiskusi, 'Bagaimana caranya agar kita sampai di sekolah tepat waktu?' atau 'Bagaimana sebaiknya kita menetapkan aturan mengenai waktu bermain gawai?'," saran Maureen Healy.

Maureen Healy juga menyarankan agar Anda membuat pertemuan keluarga untuk mendiskusikan aturan-aturan yang akan disepakati bersama. “Jika semua orang sudah setuju mengenai seberapa lama waktu bermain gawai yang boleh mereka lakukan sehari-hari, jika ada seseorang yang melanggar kesepakatan, maka berarti mereka sudah setuju untuk menanggung konsekuensinya,” lanjut Maureen Healy.

Dekati anak lewat kegemarannya

Anak-anak yang supersensitif biasanya lebih sulit didekati karena mereka membentengi diri dari hal-hal atau orang-orang yang membuat mereka tidak nyaman. Cara terbaik untuk terhubung dengan mereka adalah dengan masuk ke dunia atau ke hal-hal yang paling digemari anak. “Cobalah untuk terhubung dengan anak dan melihat apa yang paling menarik bagi mereka. Beberapa hal yang umumnya disukai anak-anak supersensitif adalah seni, alam, dan membantu orang lain (misalnya menjadi relawan di organisasi sosial),” ungkap Maureen Healy.

Dengan menyelami hal-hal yang digemari anak dan masuk ke dunia yang disukai anak, Anda menyamakan frekuensi sehingga lebih mudah bagi Anda untuk menyelami pikiran anak. Begitu pula sebaliknya, anak-anak yang supersensitif bisa lebih terbuka dan nyaman saat bicara dengan Anda.

(riz/bin)

Komentar