aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Anak Menanyakan Hal-hal di Luar Dugaan, Itu Tanda Si Kecil Tengah Berkembang

Wednesday, 27 March 2019 21:10:38 WIB | Agestia Jatilarasati
Anak Menanyakan Hal-hal di Luar Dugaan, Itu Tanda Si Kecil Tengah Berkembang
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Mungkin Anda sedang kehabisan akal menghadapi sederet pertanyaan yang terlontar dari mulut si kecil. Misalnya ketika anak yang sedang asyik bermain di taman bertanya, mengapa cacing melata dan tidak berjalan?

Atau ketika sedang berenang, si kecil bertanya mengapa air di kolam renang terasa dingin? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terdengar hampir setiap hari. Bagaimana kiat untuk menyikapi segudang pertanyaan ajaib si kecil?

Psikolog anak dari pusat konseling pengasuhan dan pendidikan Sahabat Orangtua & Anak (SOA) di Tangerang, Hanlie Muliani, M.Psi, menerangkan bahwa gemar bertanya adalah fase normal dalam perkembangan anak. 

“Anak kecil itu seperti orang yang berada di sebuah tempat asing. Mereka berusaha untuk mengenali dan menggali informasi sebanyak mungkin tentang segala hal yang mereka temui. Dan anak yang kerap bertanya, artinya memiliki keingintahuan. Ini salah satu tanda bahwa anak tengah berkembang,” terang Hanlie saat ditemui di acara “The Launching of Gabag’s 2019 Collection” di Jakarta pada 9 Maret lalu.

Karena berkaitan dengan perkembangan, maka pertanyaan yang terlontar berhubungan dengan usia anak.

“Anak mulai aktif bertanya di usia 2 tahun. Namun di usia itu, karena kosakata terbatas, anak mengajukan pertanyaan yang bersifat mengidentifikasi sesuatu, misalnya ‘itu apa?’ Usia 3 tahun, karena sudah mengenali beberapa hal, pertanyaan akan berkembang ke kata tanya ‘kenapa’. Usia 4 tahun ke atas, pertanyaan yang diajukan akan jauh lebih kompleks seperti ‘bagaimana mobil bisa berjalan?’ dan sebagainya,” jelasnya.

Tugas orang tua, menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan benar. Jangan sampai menyampaikan jawaban-jawaban yang salah atau asal, karena akan menyesatkan anak dengan informasi tidak benar.

“Ingat, anak seusia itu belum bisa memilah mana yang benar atau tidak benar,” tegas Hanlie. 

(ages / gur)
 

Komentar