aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Gejala ADHD pada Anak Laki-Laki Lebih Mudah Dikenali Daripada Anak Perempuan

Wednesday, 20 March 2019 18:00:26 WIB | Rizki Adis Abeba
Gejala ADHD pada Anak Laki-Laki Lebih Mudah Dikenali Daripada Anak Perempuan
Gejala ADHD pada anak laki-laki lebih mudah dikenali (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Anak yang mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) biasanya menunjukkan tiga gejala perilaku umum: hiperaktif, impulsif, dan masalah perhatian. Ketika diminta mendeskripsikan anak yang mengidap ADHD, kebanyakan orang menyebut anak laki-laki yang tidak bisa diam, suka memanjat benda, tidak sabar, dan tidak mau mematuhi perintah orang dewasa.

Menurut Meadow Schroeder, asisten profesor pendidikan di Universitas Calgary, Alberta, Kanada, pengidap ADHD pada anak laki-laki jumlahnya mencapai tiga kali lipat dibanding anak perempuan. Namun ketika pemeriksaan ADHD dilakukan ketika dewasa, jumlah pengidap ADHD pada laki-laki dan perempuan bisa dikatakan hampir sama. Ini menunjukkan, ADHD pada anak perempuan sering kali tidak terdeteksi. Mengapa ini terjadi?

Gejala ADHD pada anak laki-laki lebih mudah dikenali (Deposit Photos)
Gejala ADHD pada anak laki-laki lebih mudah dikenali (Deposit Photos)

Pertama, anak laki-laki dengan ADHD seringkali menunjukkan perilaku hiperaktif misalnya kesulitan duduk diam di kelas. Mereka akan duduk dengan posisi yang tidak lazim, misalnya dengan menggoyang-goyangkan kursi atau menendang-nendangkan kaki, sehingga membuat kegaduhan.

Sebaliknya, anak perempuan dengan ADHD belum tentu melakukan hal serupa. Meski sama-sama tidak betah duduk berlama-lama di kursi, anak perempuan bisa menyalurkan keinginan mereka untuk bergerak dengan cara yang lebih samar, misalnya bergerak ke depan kelas untuk menghapus papan tulis, pergi ke toilet, atau membuang sampah.

“Tidak hanya gejala ADHD terlihat berbeda pada anak laki-laki, tetapi anak laki-laki juga memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih hiperaktif dan impulsif daripada anak perempuan. Karena perilaku hiperaktif dan impulsif lebih mengganggu di kelas, guru lebih cenderung melihat anak laki-laki sebagai sumber masalah dan menganggap mereka mengidap gangguan perhatian,” urai Meadow Schroeder.

Terakhir, gejala ADHD pada anak perempuan terkadang tersamar karena mereka berupaya untuk memenuhi ekspektasi orang dewasa. “Tanpa disadari, orang dewasa kerap menaruh harapan yang berbeda terhadap anak perempuan daripada anak laki-laki. Orang dewasa mengharapkan anak perempuan untuk rapi dan terorganisir, mencapai nilai yang baik dan bersikap santai. Akibatnya, anak perempuan lebih cenderung mematuhi norma-norma sosial dan tidak menimbulkan masalah. Mereka akan bekerja ekstra keras untuk meraih nilai yang bagus dengan begadang untuk menyelesaikan pekerjaan rumah atau merapikan kamar mereka ketika diminta,” tandas Meadow Schroeder.

(riz / ray)

Komentar