aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Anak Mudah Bosan dan Sulit Fokus, Jangan Langsung Berpikiran Negatif

Wednesday, 6 March 2019 13:00:36 WIB | Rizki Adis Abeba
Anak Mudah Bosan dan Sulit Fokus, Jangan Langsung Berpikiran Negatif
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Orang tua sering mengeluhkan anak mereka sulit fokus, cepat bosan, dan gampang tergoda untuk berpindah melakukan hal lain sebelum menuntaskan satu pekerjaan. Apakah anak yang terlihat sulit fokus berarti ia mengalami kelainan? Jangan berpikiran negatif dahulu.

Perlu diketahui, rentang perhatian pada anak memang berbeda-beda, tergantung pada usia mereka. Menurut pakar tumbuh kembang anak, rata-rata di usia empat hingga lima tahun anak seharusnya sudah bisa fokus pada satu hal selama dua hingga lima menit. Dan anak-anak usia sekolah dasar (diatas enam tahun) sudah bisa fokus selama empat hingga du puluh menit atau lebih, tergantung pada pekerjaan apa yang sedang mereka hadapi.

Seperti juga hal lain dalam proses tumbuh kembang anak, rentang perhatian pada anak juga bergantung pada situasi. “Rentang perhatian anak harus dilihat sesuai konteks,” kata Neal Rojas, M.D., dokter spesialis perilaku dan perkembangan anak di Universitas California di San Francisco, AS. “Apakah kita bicara tentang hal pertama yang dilakukan anak di pagi hari, siang hari, sebelum tidur siang, atau sebelum tidur malam? Saya memberitahu (orang tua) bahwa mereka akan melihat variasi sepanjang hari. Rentang perhatian anak sangat elastis,” jelas Neal Rojas.

Perlu dipahami, seperti halnya orang dewasa, anak juga sulit konsentrasi ketika mereka merasa mengantuk atau kelelahan. Maka itu jangan heran jika anak terlihat sulit menyelesaikan permainan puzzle menjelang waktu mereka tidur siang atau tidur malam.

Seberapa banyak dan lama perhatian yang diberikan anak ketika mereka dihadapkan pada satu pekerjaan juga bergantung kepada seberapa besar anak menikmati hal itu. Banyak anak tersiksa ketika diminta mengerjakan sesuatu yang tidak disukainya. “Ketika Anda memperkenalkan kegiatan yang lebih penting bagi Anda daripada anak, ini berarti Anda menguji kreativitas dan fleksibilitas Anda sebagai orang tua dan guru,” Neal Rojas memperingatkan.

(riz/ari)

Komentar