aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Astrid Tiar Memperkenalkan Permainan Tradisional pada Anak-anaknya

Tuesday, 5 March 2019 07:30:58 WIB | Yohanes Adi Pamungkas
Astrid Tiar Memperkenalkan Permainan Tradisional pada Anak-anaknya
Astrid Tiar (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagai ibu, Astrid Tiar tidak pernah membatasi ruang gerak kedua putrinya Annabel Thiorina dan Isabell Althalya. Astrid Tiar membebaskan anak-anak bermain sesuai keinginannya. “Namanya anak-anak paling senang bermain, ya sudah kita bebaskan dan berikan fasilitas” ujar Astrid Tiar kepada Tabloidbintang.com di Jakarta.

Misalnya, suatu hari Astrid Tiar bertanya kepada si sulung Annabel Thiorina. “Kalau sudah besar kamu mau menjadi apa?,” tanya Astrid Tiar. “Mau jadi kasir biar uangnya banyak,” jawab polos Annabel Thiorina. Astrid Tiar langsung membeli seperangkat permainan alat kasir beserta uang mainan. “Jadi dia bisa bermain sambil belajar juga,” terang istri dari Gerhaldi Situmorang.

Astrid Tiar (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Astrid Tiar (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

Astrid Tiar tidak memberikan banyak waktu untuk anak-anaknya bersentuhan dengan gadget. Justru Astrid Tiar sudah memperkenalkan permainan-permainan tradisional yang sekarang sudah amat jarang dilakukan anak-anak.

“Saya ajarkan anak bermain congklak, congklak saya beli di pasar tradisional. Saya juga bermain lompat karet dengan anak-anak, saya membeli karet gelang lalu saya rangkai sendiri menjadi tali panjang,” kenang Astrid Tiar.

Selain bermain congklak dan lompat karet, Astrid Tiar juga mengajak anak-anak bermain petak umpet dan taplak gunung. “Karena susah mendapatkan kapur, saya membuat gambar taplak gunung di jalanan pakai batu,” kata Astrid Tiar.

Astrid Tiar (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Astrid Tiar (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

Anak-anak Astrid Tiar mengaku senang dengan jenis-jenis permainan yang dikenalkan oleh ibu mereka. Mereka juga bisa bermain bersama teman-teman seumuran yang tinggal dekat rumah. “Jangan sampai anak saya tidak kenal dengan tetangga sebelah rumah, jadi kalau mereka mau main pasti datang ke rumah tetangga memanggil nama teman mereka,” pungkas Astrid Tiar.

(han / ray)

Komentar