aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Dampak Negatif Baby Walker Pada Bayi

Tuesday, 15 January 2019 23:15:22 WIB | Yuriantin
 Dampak Negatif Baby Walker Pada Bayi
Mengenalkan baby walker rentan mendorong anak bergantung pada perlengkapan ini tanpa belajar kemampuan mengendalikan aspek motorik mereka.

TABLOIDBINTANG.COM - Para orang tua memanfaatkan baby walker untuk membantu anak belajar berjalan. Namun di beberapa negara, baby walker dilarang penggunaannya lantaran dapat menghambat kemampuan anak berjalan secara mandiri. 

Mengenalkan baby walker rentan mendorong anak bergantung pada perlengkapan ini tanpa belajar kemampuan mengendalikan aspek motorik mereka.

“Jika melihat cara bayi berjalan dengan baby walker, kaki mereka tergantung dan mereka berjalan dengan ujung jari-jari kaki. Ini bukan pola gerakan ideal untuk berjalan,” terang pakar kinesiologi (ilmu tentang gerakan otot dan sendi tubuh) dari pusat kebugaran Aileron Wellness, Poh Ying Bin.

Alhasil, anak akan berjalan dengan pola yang abnormal. “Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini juga akan menyebabkan tulang, sendi, dan otot anak berkembang di bawah garis ideal, yang akhirnya memengaruhi postur mereka ketika dewasa,” imbuh dia. 

Alasan lain, tingginya angka kecelakaan kala menggunakan baby walker. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics periode 1990-2014 terdapat lebih dari 230 ribu anak di bawah 15 bulan di Amerika, menjalani perawatan gawat darurut akibat penggunaan perlengkapan ini. Mulai dari kecelakaan ringan seperti tangan tersangkut, memegang atau menarik barang berbahaya sampai jatuh dari walker. Meski berbagai pencegahan telah dilakukan seperti memilih walker yang statis atau yang memiliki rem, angka kecelakaan ini tetap tinggi.

Di tahun 2014 saja, ada sekitar 2 ribu anak di Amerika yang menjadi korban kecelakaan. Salah satu penyebabnya, para orang tua yang lalai karena merasa anak terlindungi di dalam walker sehingga tak selalu mengawasi anak. Ying Bin mengungkapkan anak cukup belajar berjalan dengan berpegangan pada perabotan yang ada di rumah, seperti sofa, meja, atau lemari yang kokoh. 

Namun bukan berarti ketiga perlengkapan bayi ini tidak boleh digunakan. Anak bisa menggunakannya hanya kala mereka sudah mampu duduk atau berjalan secara mandiri tanpa bantuan apa pun.

“Sebenarnya, bayi yang sehat tidak membutuhkan banyak bantuan untuk menolong mereka belajar berjalan. Yang mereka butuhkan hanya kesempatan untuk mengeksplorasi gerakan dan mengembangkannya," pungkasnya.  

(yuri / gur)

Komentar