aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Salah Kaprah Dalam Memberikan MPASI, Sayur Tidak Terlalu Dibutuhkan

Monday, 14 January 2019 17:15:44 WIB | Wayan Diananto
Salah Kaprah Dalam Memberikan MPASI, Sayur Tidak Terlalu Dibutuhkan
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Spesialis anak dari Poliklinik Advance RSIA Bunda Jakarta, dr. Abdullah Reza, SpA menjelaskan, memasuki bulan keempat menyusui, kandungan gizi ASI menurun. 
Kandungan gizi itu meliputi makronutrien (karbohidrat, protein, serta lemak) dan mikronutrien (zat besi, vitamin A, seng, vitamin D, dan Natrium alias garam). 

Serat kasar atau sayur, kata Abdullah, tidak terlalu dibutuhkan oleh si kecil yang usianya di bawah setahun. 

“Jumlah serat kasar yang diserap oleh tubuh si kecil sangat sedikit, yakni kurang dari 1 persen. Kebanyakan serat membuat BAB si kecil menjadi keras. Seratnya lebih baik serat halus seperti buah. Buahnya boleh apa saja kecuali yang dikeringkan seperti peach kering dan kurma kering. Madu juga tidak disarankan untuk bayi yang usianya belum genap setahun,” urai dia.

Itu sebabnya, Abdullah menyayangkan banyak ibu yang memilih nasi, sayur hijau, sayur warna-warni, dan buah sebagai makanan empat bintang (makanan dengan empat unsur gizi) buat bayi mereka. Makanan empat bintang versi Abdullah yakni nasi, protein dan lemak dari aneka daging, serta buah. Selama anak tidak obesitas, jangan ragu memilih daging berlemak.

“Protein dan lemak bisa didapat dari daging. Berikut saya sebutkan daging berdasarkan tingginya zat besi, rendahnya kadar alergi, dan mudahnya diserap oleh tubuh: daging sapi, kambing, kerbau, ati ampela. Lalu daging unggas, telur, ikan air tawar, dan ikan air laut,” beber Abdullah.

(wyn / gur)

Komentar