aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Siapa Bilang MPASI Hanya Baru Bisa Diberikan Setelah Bayi Berusia 6 Bulan?

Monday, 14 January 2019 15:40:00 WIB | Wayan Diananto
Siapa Bilang MPASI Hanya Baru Bisa Diberikan Setelah Bayi Berusia 6 Bulan?
Anda boleh memberikan MPASI saat usia si kecil kurang dari 6 bulan setelah melihat tiga indikasi.(Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Melihat sejumlah seleb mengunggah foto anak mereka sedang makan wortel, pisang, pepaya, dan brokoli di Instagram membuat para ibu minder.

Mereka membatin, “Aduh, anaknya hebat banget. Kecil-kecil doyan sayuran.” Yang lain bilang, “Wah, selama ini saya salah. Saya malah memberi si kecil karbo dan lemak. Menu yang saya berikan enggak sehat.”

Ada pula yang merasa bersalah karena memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) saat si kecil belum genap berusia 6 bulan. Benarkah anak harus dikondisikan makan sayur dan buah sejak bayi?

Spesialis anak dari Poliklinik Advance RSIA Bunda Jakarta, dr. Abdullah Reza, SpA menjelaskan, MPASI diberikan karena adanya kesenjangan antara apa yang dibutuhkan bayi dengan apa yang didapatkannya dari ASI. Kesenjangan itu mulai terjadi pada usia 4 bulan. Makin renggang di usia 5 bulan dan puncaknya terjadi di usia 6 bulan.

“Karenanya, MPASI paling lambat diberikan pada usia 6 bulan. Anda boleh memberikan MPASI saat usia si kecil kurang dari 6 bulan setelah melihat tiga indikasi. Pertama, cermati laju berat badan bayi. Biasanya, dari usia sebulan ke 2 bulan, bobotnya naik tajam. Begitu pula dari usia 2 bulan ke 3 bulan dan dari 3 bulan ke 4 bulan. Beberapa kasus yang saya temukan, pertambahan bobot dari 4 bulan ke 5 bulan tidak setinggi bulan lalu. Pada usia 5 bulan ke 6 bulan, grafik kenaikan bobotnya makin landai,” terang Abdullah yang ditemui Bintang di Jakarta, minggu lalu.

Melambatnya laju berat badan indikasi bayi butuh makanan pendamping tapi bukan makanan padat. Penelitian terkini menyebut usus si kecil siap menerima makanan pendamping setelah berusia 4 bulan. Kedua, kesiapan motorik. 

“Saat didudukkan, kepala si kecil sudah bisa tegak, tidak terkulai. Kalau kepalanya tegak, artinya koordinasi organ tubuh si kecil untuk menyantap, mengunyah, menelan, dan bernapas sudah sinkron. Ketiga, kesiapan emosional. Untuk mengeceknya, posisikan si kecil di dekat Anda saat Anda sedang makan. Perhatikan ekspresinya. Apakah ia mengiler atau berusaha menggapai makanan Anda? Jika ya, ia sebenarnya siap mengasup MPASI,” Abdullah menyambung.

Meski kenaikan bobot per bulan masih tinggi, ia mengimbau para ibu mengajak si kecil duduk di dekat mereka pada jam makan saat berusia 4 bulan. Ini untuk merangsang emosi dan sensor motoriknya mengingat, kita tidak tahu apakah bulan depan pertumbuhan berat badan si kecil sebagus bulan sebelumnya atau tidak. 

(wyn / gur)

Komentar