aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mengenalkan Karakter Kakek dan Nenek kepada Cucu (1)

Monday, 7 January 2019 17:15:02 WIB | Yuriantin
Mengenalkan Karakter Kakek dan Nenek kepada Cucu (1)
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Berdasarkan penelitian yang dilakukan psikolog yang fokus mempelajari psikologis para lansia, Bernice Neugarten dari Universitas Chicago tahun 1965, terdapat 5 karakter kakek dan nenek.

Meski penelitian ini berusia lebih dari 5 dekade, namun hasilnya berikut dianggap masih mencerminkan karakter para kakek dan nenek dewasa ini. 

Formal

Tipe ini dianggap paling ideal karena mencerminkan peran kakek dan nenek yang seharusnya. Mereka biasanya tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan anaknya dalam membesarkan cucunya. Namun tetap memberikan dukungan terhadap anak dan cucunya. Berada di posisi tengah dan tidak memihak, mereka akan berusaha menjadi pendengar dan menjembatani hubungan antara anak dan cucunya. Juga akan menghabiskan waktu yang seimbang bersama anak dan cucunya. Tipe kakek-nenek ini harus berhati-hati untuk tidak terlalu agresif dan selalu berada di belakang anaknya dalam hal menerapkan keputusan untuk cucunya. 

Fun Seeker 

Seru adalah satu kata yang tepat menggambarkan tipe kakek dan nenek ini. Mereka akan selalu menghadirkan keceriaan lewat kegiatan bermain bersama, kegiatan menjamu, ataupun kegiatan dengan tujuan menghibur cucunya. Mereka juga tak segan memanjakan para cucunya. Menjadikan mereka sosok yang disenangi bahkan favorit para cucu. Namun para kakek dan nenek wajib ingat untuk tidak mencampuri kebijakan yang dibuat anak mereka untuk para cucunya. Mereka juga harus sadar untuk tetap menjaga kesehatan ketika menemani cucu mereka bersenang-senang. 

Surrogate Parent

Karena berbagai alasan, peran orang tua dilimpahkan pada sang kakek dan nenek atau disebut surrogate parent. Mereka menjalankan kewajiban layaknya orang tua kepada anak. Mulai dari mengantarkan ke sekolah, menerapkan peraturan untuk para cucu, memenuhi kebutuhan finansial dalam beberapa kasus tertentu hingga mendisiplinkan cucu mereka. Kendati hubungan antar keduanya terasa intim, sebagian kakek dan nenek merasa tidak punya kemewahan untuk menjadi teman dengan cucu mereka. Karena hubungan yang tercipta antara keduanya lebih mirip orang tua dan anak. Tipe hubungan ini juga berisiko meningkatkan stres pada kakek dan nenek, lebih tinggi dibanding orang tua pada umumnya. Selain karena faktor usia, juga disebabkan faktor lain yang menyelimuti seorang cucu harus tinggal bersama kakek dan nenek seperti masalah finansial, kematian orang tua dan lainnya. 

bersambung

(yuri / gur)
 

Komentar