aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

April Jasmine Memulai MPASI Saat Si Kembar Berusia 5 Bulan

Saturday, 3 November 2018 07:00:21 WIB | Rizki Adis Abeba
April Jasmine Memulai MPASI Saat Si Kembar Berusia 5 Bulan
April Jasmine Memulai MPASI Saat Si Kembar Berusia 5 Bulan (dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah mendapat anak pertama, Sultan Mahmoed Qusyairi (5), pada 2013, tahun ini kebahagiaan pasangan Ustaz Solmed (35) dan April Jasmine (33) semakin lengkap dengan hadirnya bayi kembar.

Pada 4 Mei lalu, April melahirkan Aqil Mahmoed Sibawaih dan Mahier Mahmoed Syairozy. 

April jasmine mengakui, mengurus bayi kembar bukan hal yang mudah.

“Kalau diberikan anak kembar seperti saya, harus ada niat yang kuat dari dalam diri. Jangan pernah merasa direpotkan karena mengasuh dua anak sekaligus,” ungkap wanita berkulit putih ini.

Totalitas diperlukan dalam merawat bayi kembar. Orang tua ditantang untuk mengenali persamaan dan perbedaan anak-anak mereka. Meski berwajah serupa, bayi kembar pasti memiliki karakter dan sifat berbeda. 

“Maka dari itu kita harus cepat memahami karakter anak. Karena anak kembar meskipun wajahnya mirip tapi ternyata karakternya berbeda-beda,” ungkap April saat ditemui di kawasan Cideng, Jakarta Pusat.

April mengatakan perbedaan karakter akan semakin kentara setelah memasuki masa MPASI (Makanan Pendamping ASI).

“Kalau kakaknya, Aqil, sukanya makanan yang gurih-gurih. Sedangkan Mahier kebalikannya, dia lebih lahap saat diberi makanan yang manis-manis,” ungkap April.

April Jasmine Memulai MPASI Saat Si Kembar Berusia 5 Bulan (dok. Instagram)
April Jasmine Memulai MPASI Saat Si Kembar Berusia 5 Bulan (dok. Instagram)

April memberikan MPASI lebih dini kepada anak-anaknya yakni di usia lima bulan.

“Saya memutuskan MPASI dini atas pertimbangan dari dokter setelah merujuk pada grafik pertumbuhan bayi, berat badan, lingkar kepala, tinggi badan, dan kemampuan motorik anak,” jelas April.

Kemampuan motorik si kembar ditambahkan April sudah memungkinkan untuk memulai MPASI dini.

“Saya memang membiasakan bayi saya dipangku saat saya sarapan sejak mereka usia tiga bulan. Karena terbiasa melihat saya makan, mereka juga mulai ikut berusaha meraih sendok dan makanan. Lalu saya tanyakan ke dokter. Dokter bilang, coba kita mulai MPASI,” urai April.

(riz / gur)

Komentar