aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Yang Tidak Diketahui Orang Tua Tentang Sepak Terjang Remaja di Medsos (2 -habis)

Monday, 22 October 2018 11:15:00 WIB | Rizki Adis Abeba
Yang Tidak Diketahui Orang Tua Tentang Sepak Terjang Remaja di Medsos (2 -habis)
Ilustrasi (unsplash.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Remaja disebut kelompok masyarakat dengan intensitas penggunaan internet tertinggi. Mereka bermain internet dengan alokasi waktu rata-rata 30 persen untuk media sosial.

Sebagian besar remaja punya akun Instagram lain selain akun utama untuk menyamarkan identitas sekaligus menyembunyikan aktivitas medsos mereka dari orang tua. Bahkan, kini muncul istilah f-Insta atau fake Instagram (akun Instagram palsu) dan r-Insta alias real Instagram (akun Instagram asli). F-insta dan r-insta merupakan dua dunia yang memungkinkan remaja menjelma menjadi dua pribadi berbeda tanpa diketahui orang terdekat.

Dengan f-Insta, mereka bebas mengunggah apapun, menulis apapun, termasuk berkomentar kasar di akun orang lain. Sementara r-Insta untuk membangun citra positif. Mengapa remaja perlu mengekspresikan diri (secara negatif) di medsos? Psikolog dari Universitas Brigham Young, Utah, AS, Lee Essig Thunnel, menyebut remaja butuh wadah untuk mengeluarkan emosi negatif. 

“Ketika stres, kecewa, atau sedih, mereka senang meluapkan perasaan untuk membuang emosi negatif. Ketika mereka merasa lega setelah meluapkannya di medsos, hal itu menjadi awal dari perilaku kecanduan. Bukan tentang gratifikasi berupa komentar dan perhatian dari warganet, namun lebih kepada cara keluar dari kepedihan,” urai Thunnel.

Mungkin saja si kakak tidak membuat akun palsu dan tidak menolak permintaan pertemanan dengan Anda di medsos, namun bukan berarti mereka tidak bisa bersembunyi.

Saat ini, Instagram dilengkapi pengaturan close friend yang memungkinkan pemilik akun memilih siapa saja orang yang bisa melihat unggahannya. Ada pula hidden story yang membuat mereka bisa menentukan siapa saja yang tidak boleh melihat unggahan video di fitur Instagram Story. 

Jika Anda tahu si kakak pengguna aktif Instagram namun tidak pernah melihat unggahan terbarunya, Anda patut curiga mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Lantas bagaimana memastikan kegiatan si kakak di medsos benar-benar sehat dan tak ada yang disembunyikan? 

Cobalah berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan jadilah teman yang asyik di dunia maya maupun nyata. Bicaralah dari hati ke hati agar anak tidak butuh tempat pelarian berupa akun palsu di medsos.

Yang tak kalah penting, Anda harus peka dengan kondisi emosional anak. Perilaku tidak sehat di medsos bisa dilihat dari kondisi psikis dan fisik anak sehari-hari. Perhatikan apakah ia terlihat murung, gelisah, atau mencandu gawai? Jika ya, waspadalah. Bisa jadi ada yang tidak benar dengan kehidupan anak Anda di jagat maya.

selesai

(riz / gur)

Komentar