aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ibu yang Mendapat Perlakuan Semena-mena di Kantor Kerap Melampiaskan di Rumah

Sunday, 16 September 2018 02:00:06 WIB | Rizki Adis Abeba
Ibu yang Mendapat Perlakuan Semena-mena di Kantor Kerap Melampiaskan di Rumah
Ibu yang Mendapat Perlakuan Semena-mena di Kantor Kerap Melampiaskan di Rumah (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Psikolog dari Universitas Carleton Kanada, Kathryne Dupre, menjelaskan, mengabaikan atau merendahkan bawahan, mengambil kredit atas hasil kerja bawahan, melemparkan kesalahan pada bawahan, menghindari atau mengucilkan seseorang dari tim, merupakan contoh perlakuan intimidatif dan semena-mena.

Perlakuan itu berdampak besar terhadap kehidupan karyawan baik di kantor maupun di rumah.

“Mendapat perlakuan semena-mena dari atasan sangat berkaitan erat dengan performa kerja dan upaya kerja yang rendah, tingkat stres yang lebih tinggi, terganggunya fokus, pengolahan informasi, hingga pengambilan keputusan,” Dupre mengulas.

Para peneliti juga menemukan kaitan antara pengalaman mendapat perlakuan buruk dan kasar di tempat kerja dengan gaya mengasuh anak yang dilakukan seorang ibu bekerja. Tuntutan pekerjaan dan kewajiban sebagai ibu, ditambah tekanan dari atasan memicu stres.

Tanpa disadari para ibu melampiaskan emosi mereka kepada anak di rumah. Ini memicu terjadinya interaksi negatif ibu dan anak seperti bersikap acuh, membentak, mengintimidasi, bicara kasar, sehingga terbentuk pola asuh yang ketat dan otoriter.

Tim peneliti melakukan survei daring terhadap 146 ibu bekerja dan pasangan mereka. Para ibu ditanya pengalaman mereka mendapat perlakuan semena-mena dari atasan di tempat kerja dan bagaimana penilaian efektivitas mereka sebagai orang tua di rumah. Sementara suami diminta melaporkan jika melihat perilaku negatif yang ditunjukkan istri mereka.

Hasilnya, perlakuan ketat dan otoriter terhadap anak di rumah menjadi dua hal yang paling banyak dilaporkan para suami dari istri yang mengalami tindakan semena-mena di kantor.

(riz / gur)

Komentar