aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Vagina Mengendur, Apa yang Harus Dilakukan?

Saturday, 28 April 2018 23:59:54 WIB | Wayan Diananto
Vagina Mengendur, Apa yang Harus Dilakukan?
Vagina Mengendur, Apa yang Harus Dilakukan? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Setiap manusia menua. Penuaan itu terjadi di seluruh tubuh termasuk organ intim, vagina. Makin lama, vagina mengendur.

Selain usia, pengenduran vagina dipicu masalah hormon, kehamilan, obesitas, trauma karena persalinan normal, batuk kronis, angkat beban, dan olahraga berat. Kendurnya otot vagina tidak memiliki gejala spesifik. Adakah cara untuk mencegahnya?

Karenanya, setelah bersalin dan melewati nifas, Nina menyarankan ibu berolahraga. Senam kegel salah satu yang direkomendasikan.

Bukan hanya mengencangkan vagina usai bersalin, tapi juga melancarkan sirkulasi darah dan membantu pemulihan pascapersalinan. Selain kegel, baik juga bagi para ibu mengikuti senam body language dan yoga. 

“Untuk melatih otot di sekitar vagina, Anda juga bisa melakukan gerakan memasukkan jari yang sudah dibersihkan dan dilapisi sarung tangan ke liang vagina. Kemudian, kerutkan vagina sehingga jari Anda terasa seperti dijepit. Jika memungkinkan, lakukan gerakan ini beberapa kali seminggu selama 10 menit,” urai Dr. Nina Martini Somad, SpOG.

Latihan menjepit secara rutin penting, mengingat wanita melewati banyak fase. Selain bersalin dan menyusui, menopause fase yang patut diwaspadai. Saat menopause, jumlah hormon estrogen menurun drastis.

Dampaknya, otot saluran kemih mengendur sehingga Anda tidak bisa menahan pipis. Itu sebabnya, setelah menopause perempuan kerap mengompol. Belakangan, dunia kedokteran menawarkan teknologi vaginal rejuvenation untuk meremajakan otot vagina.

Vaginal rejuvenation bekerja dengan merangsang kolagen di sekitar vagina. Nina menyebut, sejumlah rumah sakit ibu dan anak di kota-kota besar mulai melengkapi layanan mereka dengan vaginal rejuvenation.

Dr. Nina Martini Somad, SpOG.
Dr. Nina Martini Somad, SpOG.

Ia mengingatkan sebelum menjalani perawatan ini, Anda mesti berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan mengecek kondisi vagina dengan pap smear untuk memastikan rahim normal serta dindingnya tidak kena infeksi dan keputihan.

“Vaginal rejuvenation menggunakan laser, tidak sakit, tidak perlu anestesi, prosesnya hanya 10 menit. Alat yang memancarkan laser dimasukkan ke liang vagina, diputar 360 derajat sedalam 1 cm, kemudian dikeluarkan perlahan agar seluruh permukaan kulit vagina terkena sinar. Tujuannya menumbuhkan sel-sel baru dan kolagen. Tiga hari kemudian, Anda boleh berhubungan lagi dengan suami,” ulas Nina. 

(wyn / gur)

Komentar