aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tak Hanya di Mi Instan, MSG Juga ada Dalam Dendeng dan Tempe Goreng!

Friday, 6 April 2018 08:10:11 WIB | Wayan Diananto
Tak Hanya di Mi Instan, MSG Juga ada Dalam Dendeng dan Tempe Goreng!
MSG dikenal sebagai salah satu asam amino nonesensial. (Foto: Wayan Diananto)

TABLOIDBINTANG.COM - Monosodium glutamat atau MSG selama ini dikenal sebagai salah satu asam amino nonesensial yang melimpah dan terbentuk secara alami. Asosiasi obat dan makanan AS serta Uni Eropa menyebut zat ini sebagai zat tambahan makanan. Masyarakat Indonesia menyebut MSG sebagai micin. Sayangnya, publik mengasosiasikan MSG sebagai zat yang bikin bego. Bahkan, kita sering mendengar ujaran, generani micin yang identik dengan generasi yang (maaf) bodoh.

Padahal MSG tidak ada kaitannya dengan tingkat kecerdasan seseorang. Hal tersebut terungkap dalam media gathering bersama Ajinomoto di Jakarta, pekan ini. Hadir sebagai salah satu narasumber, ahli Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Purwiyatno Hariyadi. Purwiyatno menjelaskan Monosodium glutamat atau MSG sebenarnya tidak hanya terdapat dalam penyedap rasa, kaldu, dan mi instan.

"Beberapa menu makanan kita pun sebenarnya sudah mengandung MSG di antaranya tempe goreng dan dendeng. Berita yang beredar selama ini kan, MSG adanya di mi instan. Kalau kita lihat dari jumlah kandungan glutamatnya, MSG pada mi instan kuah itu lebih rendah daripada dendeng, lo," terang Purwiyatno kepada tabloidbintang.com.

Ia menambahkan, kandungan MSG pada mi instan goreng lebih banyak karena tidak ada kuahnya. Meski demikian, kadar MSG pada mi instan goreng masih wajar. Kualitas cita rasa baik dalam menu yang dimasak sendiri maupun makanan instan memberi nilai kenikmatan terhadap seseorang ketika bersantap. Kualitas ini, kata Purwiyatno, penting karena nilai gizi dan energi baru bermakna ketika menu tersebut dikonsumsi. Kuncinya, terletak pada aktivitas konsumsi.

“Semua menu tadi kalau kita lihat kandungan glutamatnya masih wajar. Dengan level konsumsi yang kita lakukan sekarang ini, selama pemakaian MSG dalam porsi yang pas, tidak akan menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan keamanan maupun kesehatan tubuh,” pungkasnya.

Komentar