aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

4 Fakta Tentang Penyakit Ginjal Kronis Yang Perlu Anda Ketahui

Monday, 12 March 2018 08:15:16 WIB | Wayan Diananto
4 Fakta Tentang Penyakit Ginjal Kronis Yang Perlu Anda Ketahui
Ada 4 Fakta Tentang Penyakit Ginjal Kronis Yang Perlu Anda Ketahui. (Foto: Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Selain jantung, ginjal salah satu organ vital yang jika mengalami gangguan fungsi dapat merenggut nyawa penderitanya. Dalam kamus medis, kita mengenal istilah Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Jika salah satu anggota keluarga mengidap penyakit ini, tak hanya kesehatan tubuh yang terganggu. Kondisi finansial keluarga juga bisa terguncang. Mengingat, biaya perawatan dan pemulihan pasien penderita penyakit ginjal kronis sangat tinggi.

Agar lebih waspada dengan penyakit ginjal kronis, berikut kami hadirkan 4 fakta seputar penyakit ginjal kronis yang kami sarikan dari diskusi media “Pembiayaan Dialisis Pasien JKN : Antara Kualitas Hidup Pasien dan Beban Berat BPJS” bersama Forum Ngobras di Jakarta, pekan lalu.

  1. Penyakit ginjal kronis kerap berujung pada gagal ginjal. Terapi untuk gagal ginjal kronis meliputi transplantasi ginjal, hemodialisis (HD), dan continous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau sering disebut peritoneal dialisis.

  2. Data periode Januari 2014 hingga Desember 2015 menunjukkan, jumlah pasien penyakit ginjal tahap akhir mencapai lebih dari 5 juta (4,5 juta pasien rawat jalan dan lebih dari 500 ribu lainnya menjalani rawat inap). Total klaim biaya perawatan HD mencapai 7,6 triliun rupiah sejak 2014 sampai 2016.

  3. Penyakit ginjal kronis tidak hanya menimbulkan beban bagi pasien dan keluarga, tapi juga menjadi beban ekonomi bagi pemerintah. Pada 2015 misalnya, penyakit ginjal kronis naik dari peringkat ke-3 menjadi peringkat ke-2 sebagai beban ekonomi. Beban ekonomi yang ditimbulkannya melebihi penyakit kanker, walaupun lebih rendah jika dibandingkan dengan penyakit jantung.

  4. Prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia terus meningkat seiring waktu. Pada tahun 1990 misalnya, hanya ada sekitar 400 ribu kasus. Sepuluh tahun kemudian, jumlah kasusnya membengkak hingga 735 ribu.

Komentar