aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Lebih Bahaya Mana, Stroke karena Perdarahan atau Penyumbatan?

Saturday, 10 March 2018 09:00:28 WIB | Wayan Diananto
Lebih Bahaya Mana, Stroke karena Perdarahan atau Penyumbatan?
Lebih Bahaya Mana, Stroke karena Perdarahan atau Penyumbatan? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Beredar asumsi di kalangan pasien, stroke akibat perdarahan lebih mematikan ketimbang penyumbatan pembuluh darah.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, dr. Mursyid Bustami, SpS (KS), KIC, MARS menyatakan, “Secara keseluruhan, dokter menyebut stroke akibat perdarahan lebih parah. Namun, tergantung pada lokasi dan bentuk pembuluh darah. Jika pembuluh darah yang tersumbat berukuran besar, akibatnya bisa sangat parah".

Tidak ada pertolongan pertama untuk penderita strok. Mursyid mengingatkan, stroke seringan apa pun, pasien harus dibawa ke rumah sakit.

Dalam kamus medis, ada istilah stroke-in-evolution. Gejala awal strok sekilas tampak sepele. Anggota keluarga menganggap gejala itu tidak berbahaya, apalagi kata evolution (evolusi) artinya perubahan perlahan-lahan dalam waktu lama.

“Awalnya, pasien bicaranya cadel. Beberapa jam kemudian, paling lama 1 sampai 2 hari, dia tidak bisa berjalan.

Evolution dalam stroke itu paling lama 1 sampai 2 hari saja,” dr. Mursyid Bustami, SpS (KS), KIC, MARS menukas. Asumsi lain yang beredar di kalangan awam, perempuan lebih berisiko terkena strok. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Mursyid mengatakan tidak sepenuhnya benar.

Ia mengungkap fakta, yang lebih sering terpapar stres akibat pekerjaan dan rokok adalah laki-laki. Karenanya, lebih banyak laki-laki usia muda (45 sampai 50 tahun) yang terkena strok. Namun pada rentang usia tua, lebih banyak perempuan yang kena.

“Yang dimaksud usia tua yakni fase menopause atau usia 50 tahun ke atas. Penyebabnya, saat menopause jumlah hormon estrogen di tubuh menurun drastis, padahal salah satu fungsi estrogen melindungi kesehatan perempuan. Namun secara keseluruhan, laki-laki lebih banyak kena stroke daripada perempuan,” Mursyid mengakhiri perbincangan.

(wyn / gur)

Komentar