aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Retinopati Prematuritas, Kelainan Retina Bayi Prematur yang Berisiko Kebutaan

Sunday, 26 November 2017 05:30:38 WIB | Yuriantin
Retinopati Prematuritas, Kelainan Retina Bayi Prematur yang Berisiko Kebutaan
Retinopati Prematuritas, Kelainan Retina Bayi Prematur yang Berisiko Kebutaan (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sekitar 15-20 persen bayi prematur berpotensi mengidap retinopati prematuritas atau ROP.

Kelainan perkembangan pembuluh darah retina ini disebabkan belum matangnya retina pada anak yang lahir prematur. Jika tidak terdeteksi dini, ROP rentan menyebabkan retina lepas dan berujung dengan kebutaan permanen. 

Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Mata Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. Rita Sita Sitorus, SpM (K), Ph.D, ROP terjadi karena perkembangan retina yang tidak sempurna. Retina, yang normalnya berkembang dari pusat saraf penglihatan ke bagian tepi, terhenti dan tidak mencapai tepi pada kondisi ROP karena bayi lahir lebih awal (prematur).

Sayangnya, kondisi ini sering kali baru terdeteksi setelah memasuki tahap lanjut.

"(Pertanda) yang paling sering adalah mata anak tidak merespons terhadap boneka atau mainan," ungkap dia dalam acara edukasi kesehatan mata bersama Standard Chartered Bank di Jakarta. 

(yuri / gur)

Komentar