aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Diet Gagal Terus, Ini Alasannya Menurut Kesehatan

Tuesday, 26 September 2017 12:00:00 WIB | Carisya Nuramadea
Diet Gagal Terus, Ini Alasannya Menurut Kesehatan
Sebagian orang mengalami kegagalan terus dalam program dietnya (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - dir="ltr">Banyak dari kita menghabiskan waktu untuk mencoba berbagai macam diet baru agar tetap sehat, langsing dan fit. Beberapa diet tersebut mungkin berhasil. Tapi mungkin jumlahnya sangat sedikit.

Anda bahkan mendapati diri Anda menahan lapar dan menahan diri untuk tidak mencoba makanan-makanan lezat di sekeliling Anda. Menghitung dengan cermat kalori yang masuk dan keluar dari tubuh Anda.Tapi hasilnya nihil: berat badan Anda tetap sama.

Mengapa?

Sebenarnya, selain kalori, ada hal lain yang perlu Anda pertimbangkan. Bakteri usus salah satunya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam  International Journal of Obesity menyebutkan bahwa proporsi beberapa bakteri yang ada di usus dapat memengaruhi seberapa besar kenaikan/penurunan berat badan Anda.

Dengan kata lain,  tidak ada diet yang memiliki efek yang sama bagi semua orang sekaligus. Begitu juga tentang nutrisi yang dibutuhkan seseorang.  Semua orang berbeda.

Peneliti dari  Department of Nutrition, Exercise and Sports at the University of Copenhagen mengamati 62 orang yang memiliki tubuh besar. Peneliti meminta responden untuk mengikuti dua jenis diet: sekelompok dengan New Nordic Diet (diet sayuran,  berry dan whole grain)  dan  dengan Average Danish Diet (daging tak berlemak, telur, selada dan kopi).

Para partisipan kemudian dikelompokkan berdasarkan dua bakteri berbeda yakni  bakteri Prevotella and Bacteroides – yang ada dalam tubuh mereka.

Peneliti kemudian menemukan bahwa mereka yang memiliki banyak Prevotella dalam tubuhnya dibandingkan Bacteroides lebih banyak mengalami penurunan berat badan dengan New Nordic Diet dibandingkan dengan mereka yang mengikuti Average Danish Diet.

Mereka yang memiliki rasio Prevotella lebih tinggi dibandingkan Bacteroides juga dianggap lebih mudah menurunkan berat badan jika mengikuti diet dengan banyak serat.

Bakeri pada usus berhubungan erat dengan berat bedan. Peneliti saat ini sudah mulai terus melakukan penelitian tentang bakteri usus yang disinyalir dapat mengatasi kelebihan berat badan.

Namun pemahaman bahwa tidak semua diet bisa ampuh untuk semua orang karena bakteri di usus mereka berbeda, merupakan pemahaman yang baru dalam mengubah perspektif kita soal penurunan berat badan.

Cara terbaik untuk mengatasi kadar bakteri usus yang tidak seimbang adalah dengan mengurangi asupan gula, mengurangi kafein dan bahan yang membangkitkan produksi kortisol dan mengonsumsi makanan pre dan probiotik.

Tapi jika Anda tidak yakin dengan apa yang Anda lakukan, segeralah menghubungi  PCOS Nutritionalist untuk memberikan Anda rekomendasi tentang merawat kesehatan usus Anda, mengetahui bakteri usus Anda dan mengetahui faktor yang menyebabkan Anda tidak bisa atau sulit mengurangi berat badan. 

 

(dea / wida)

Komentar