aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tidak Perlu Pergi ke Gym, Menari Dapat Membuat Otak Tetap Awet Muda

Thursday, 15 June 2017 17:50:00 WIB | Carisya Nuramadea
Tidak Perlu Pergi ke Gym, Menari Dapat Membuat Otak Tetap Awet Muda
Menari bisa membantu kita menjaga kesehatan otak (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa latihan fisik yang menyenangkan seperti menari merupakan pilihan terbaik bagi semua orang yang berusia lebih dari 40an.

Menurut laporan dari New York Times, yang dilansir dari Country Living, dengan belajar tarian baru Anda benar - benar bisa membantu melindungi otak Anda sendiri dari efek penuaan.

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan di University of Illinois, yang diterbitkan dua bulan lalu di jurnal Frontiers in Aging Neuroscience, dengan mempelajari apa yang mereka sebut 'tarian sosial' otak Anda tidak gampang tua. Tidak seperti yang terlihat pada alternatif latihan lainnya (termasuk berjalan), menari memiliki efek anti penuaan yang unik dan baik bagi otak kita.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa, setelah berusia sekitar 40 tahun, otak kita berubah dan lamban. Seiring bertambahnya usia, kita semakin lambat dalam memproses informasi. Para peneliti percaya ini karena penurunan efisiensi 'materi putih' kita, yang membantu mentransmisikan pesan di sekitar otak.

Dalam percobaan baru-baru tersebut, tim memutuskan untuk melihat apa saja jenis olahraga yang dapat mempengaruhi fungsi otak seiring dengan pertam bahan usia kita. Dengan mempelajari hampir 200 orang berusia 60an dan 70an tanpa tanda-tanda gangguan kognitif, tim tersebut menguji kemampuan kebugaran dan mental aerobik mereka, termasuk kecepatan pemrosesan otak mereka.

Para peneliti kemudian secara acak membagi relawan menjadi beberapa kelompok, meminta mereka untuk melakukan satu dari tiga aktivitas: berjalan dengan kecepatan tertentu tiga kali seminggu; melakukan latihan peregangan dan keseimbangan yang lembut; dan belajar menari.

Kelompok terakhir ini menghabiskan waktu tiga jam seminggu untuk mempelajari tarian 'negara' yang semakin rumit, dengan orang-orang yang berpindah dari pasangan ke pasangan secara berurutan.

Setelah enam bulan menjalankan kegiatan barunya masing-masing, otak para sukarelawan diuji lagi dan, ternyata, para penari selangkah lebih maju dari yang lain.

Sementara semua otak peserta menunjukkan tanda-tanda turunnya ‘sumsum otak’, yang kemungkinan besar disebabkan karena pertambahan usia, satu kelompok (yakni para penari) menunjukkan peningkatan kesehatan dan peningkatan beberapa sumsum otak mereka.

Para penari memiliki sumsum otak yang lebih kuat di area otak yang terkait dengan kecepatan pemrosesan dan ingatan.

Dan, hampir setiap relawan yang mengikuti eksperimen itu mendapatkan tes kognitif yang lebih baik daripada enam bulan sebelumnya, meskipun tidak ada perubahan dalam sumsum otak mereka yang diyakini oleh tim dapat menunjukkan bahwa 'aktivitas apa pun yang melibatkan perpindahan dan sosialisasi' sangat bermanfaat untuk otak.

"Pesannya adalah bahwa kita harus berusaha untuk tidak menjadi orang yang kebanyakan duduk," tambah penulis studi Dr Agnieszka Burzynska.  

(dea/wida)

Komentar