aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Menurut Penelitian, Tinggal di Desa Bisa Menyembuhkan Kanker

Tuesday, 13 June 2017 18:30:00 WIB | Carisya Nuramadea
Menurut Penelitian, Tinggal di Desa Bisa Menyembuhkan Kanker
Pedesaan memberikan udara segar yang bagus untuk pederita kanker (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Meninggalnya Julia Perez, Yana Zein, dan suami dari artis Ririn Ekawati baru - baru ini yang disebabkan kanker, membuat banyak orang terhenyak. Betapa kanker nyata sebuah penyakit serius dan tidak pandang usia. Pada waktu bersamaan kita pun tersadar, betapa penyembuhan kanker tidak mudah. 

Namun menurut studi terbaru, penduduk desa memiliki kesempatan lebih baik untuk mengalahkan kanker dibanding mereka yang tetap tinggal di perkotaan. Dengan tinggal di pedesaan, seseorang akan bisa mendapatkan udara bersih, pemandangan yang indah, dan tingkat stres yang lebih rendah. 

Dilansir Countryliving, sebuah tim ilmuwan di University of Aberdeen mempelajari 926 orang Skotlandia dengan kanker usus, menyimpulkan bahwa pasien pedesaan 29 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena penyakit mereka dibanding mereka yang tinggal di kota.

Kemudahan bertemu dengan dokter, hubungan keluarga yang baik dan hidup berkecukupan semuanya berperan dalam meningkatkan kelangsungan hidup seseorang.

Sebuah penelitian terpisah menyimpulkan bahwa pasien kanker yang berjalan 25 menit saja dalam sehari dapat mengurangi risiko kematian hingga 50 persen.

Hampir 340 wanita yang baru didiagnosis kanker payudara dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti program latihan 180 menit per minggu. Kelompok lainnya menerima perawatan medis standar. Selama delapan tahun, menjadi jelas bahwa mereka yang mengikuti latihan rutin (terutama terdiri dari berjalan) lebih kecil mengalami risiko kematian daripada yang tidak mengikuti latihan.

Berbicara kepada The Telegraph, Catherine Priestley, spesialis perawat klinis di Breast Cancer Care, mengatakan: "Banyak wanita mendapat saran bahwa berjalan cepat 25 menit sehari dapat membantu memperbaiki kesehatan mereka dan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup."

(dea/wida)

Komentar