aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Makan Banyak Saat Hamil, Tapi Berat Badan Lahir Bayi Rendah?

Monday, 22 May 2017 18:50:00 WIB | Christiya Dika
Makan Banyak Saat Hamil, Tapi Berat Badan Lahir Bayi Rendah?
Terpenuhinya gizi janin tidak dipengaruhi dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi

TABLOIDBINTANG.COM - Kebanyakan wanita makan lebih banyak saat mengetahui dirinya hamil atau mengandung janin. Namun saat ini, banyak terjadi kasus anak lahir dengan berat badan rendah karena ibu kekurangan gizi saat mengandung. 

Merujuk Riskesdas 2013, persentase balita usia 0 - 59 bulan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) mencapai 10,2 persen. Hal ini membuat PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk melalui Nutrition and Special Foods Division menghadirkan SUN Ibu dengan formula baru yang mengandung gizi lengkap dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi janin sejak masa kehamilan.

"SUN yang sudah lama dikenal sebagai produk makanan bayi kini hadir lebih awal dan semakin mempertegas perhatiannya dalam pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan memperkenalkan kembali SUN Ibu - susu ibu hamil dengan formulasi yang diperbarui untuk menunjang kesehatan optimal ibu dan janin," papar Susan Ernawati, Head of Marketing Indofood Nutrition and Special Foods saat ditemui di acara konferensi pers SUN ibu di Hotel Veranda, Kebayoran Baru, Senin (22/5).

Formula baru ini mengandung zat-zat gizi penting yang dibutuhkan ibu hamil, terutama zat besi dan asam folat serta dilengkapi kandungan Omega 6 dan Omega 3 tertinggi serta DHA, Vitamin B6 dan serat. Kandung vitamin B6 ini juga yang membuat rasa susu yang enak dengan demikian membuat ibu hamil yang kerap merasakan mual, muntah dan mudah kenyang tetap bisa memenuhi asupan gizi penting bagi janinnya.

Ditemui di tempat yang sama Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan menjelaskan, jika bayi di dalam kandungan kekurangan gizi maka hal ini akan berdampak pada fungsi organ tubuh kurang sempurna hingga berdampak pada kecerdasan otak.

"Dampak BBLR membuat organ tubuh bayi dan fungsinya kurang sempurna, pertumbuhan lamban, kemampuan kecerdasan yang kurang serta potensi bayi mengalami gangguan mental, fisik dan kesehatan. BBLR tidak hanya mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan tetapi juga kesehatan bahkan kelangsungan hidupnya di masa depan," ujar Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp. OG. 

(dika/wida)

Komentar