aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kanker Serviks Menyerang Ginjal, Apa Sebabnya?

Monday, 15 May 2017 04:00:39 WIB | Wayan Diananto
Kanker Serviks Menyerang Ginjal, Apa Sebabnya?
Kanker Serviks Menyerang Ginjal, Apa Sebabnya? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Pengujung April lalu, pertarungan Julia Perez (36) melawan sel-sel kanker stadium empat memasuki babak baru. Sel-sel itu mengganas, merangsek masuk ke organ ginjal.

Akibatnya, ia harus menjalani cuci darah. Awam pun bertanya, mengapa sel-sel kanker yang semula menjalari mulut rahim bisa sampai di ginjal? 

Untuk mencari titik terang tentang penyebaran sel kanker serviks, kami mewawancarai Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Prof. Dr. dr. Andrijono SpOG(K). Ditemui seusai meluncurkan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks, Andri menerangkan, di stadium empat sel-sel kanker telah menjalar ke organ tubuh lainnya. Bisa ke hati, paru, ginjal, dan organ vital lain.

“Untuk diketahui, terapi untuk kanker serviks yang paling bagus sekaligus efektif ada dua. Yakni, penyinaran dan operasi. Kalau sudah menyebar ke seluruh tubuh, tidak mungkin melakukan penyinaran ke seluruh tubuh pasien. Kalau dioperasi, tidak mungkin dioperasi seluruh badannya. Bagaimana dengan kemoterapi? Tidak begitu mempan karena sifatnya demikian. Sifat sel kanker serviks itu tidak mempan untuk dikemoterapi,” ujar Andri di Jakarta, pekan lalu. 

Kanker Serviks Menyerang Ginjal, Apa Sebabnya? (Depositphotos)
Kanker Serviks Menyerang Ginjal, Apa Sebabnya? (Depositphotos)

Apakah itu berarti kanker serviks paling berbahaya dibandingkan kanker lain yang menghantui perempuan? Tidak juga. Kanker memiliki jenis dan karakter berbeda. Kanker ovarium misalnya, tidak mempan disinar. Mempannya dikemoterapi.

Berkaca dari pengalaman sejumlah seleb penyintas kanker, mereka sempat terkecoh saat dokter mengabarkan sel kanker di tubuh mereka dinyatakan nol. Mereka kemudian beraktivitas seperti sedia kala. Tidak disangka, beberapa tahun kemudian sel itu bangkit lagi. Itu sebabnya, sel-sel preman ini dibilang cerdas. Ada yang baru dua bulan sudah tumbuh lagi, ada yang butuh waktu menahun untuk bangkit. 

 “Lamban cepatnya kembalinya sel kanker tergantung pada karakter selnya. Ibaratnya begini. Anda dan dua teman Anda lari dari kantor menuju Monumen Nasional. Anda bisa berlari sejam untuk sampai di Monas. Teman Anda cukup 45 menit saja. Sementara teman yang satunya lagi, enggak kuat berlari. Akhirnya ia berjalan cepat. Sama-sama sampai di Monas. Namun, durasi yang dibutuhkan berbeda. Begitu pun kembalinya sel kanker ke tubuh pasien,” ia mengulas.

Andri menambahkan, sel kanker mempunyai diferensiasi (tingkat perkembangan sel) yang berbeda-beda. Ada yang diferensiasinya baik, sedang, dan buruk. Sel kanker yang diferensiasinya buruk memiliki kemampuan membelah diri sangat cepat, sehingga mudah membahayakan kondisi kesehatan pasien. Artinya, perkembangan yang cepat membuat sel kanker mudah menginvasi organ lain. Ginjal, misalnya. Ginjal merupakan saluran yang berada di samping mulut rahim. 

"Ketika sel-sel kanker serviks mengganas, mereka melebar. Sel-sel itu mengimpit sekaligus menjepit saluran ginjal. Ketika ginjal terjepit, saluran kencing tidak bisa menjalankan fungsi secara optimal. Ginjal mengalami pelebaran dan lama-lama tidak berfungsi. Satu-satunya solusi memang cuci darah. Menjalani transplantasi ginjal pun tidak bisa. Patut diingat, syarat transplantasi ginjal, tidak boleh ada sel kanker,” demikian Andri mengingatkan. 

Kanker Serviks Menyerang Ginjal, Apa Sebabnya? (Depositphotos)
Kanker Serviks Menyerang Ginjal, Apa Sebabnya? (Depositphotos)

Tanpa bermaksud menakut-nakuti, ketika kanker memasuki stadium empat, kita tidak lagi berbicara tentang angka harapan hidup lima tahun ke depan atau five-year survival rate. Melainkan, satu tahun ke depan. Selain itu, perawatan yang diberikan kepada pasien adalah menghilangkan keluhan yang dirasakan pasien. 

“Misalnya, pasien muntah-muntah. Maka, kita berikan obat antimuntah. Pasien mual, kita berikan obat antimual untuk menjaga nafsu makan pasien tetap baik. Pasien susah tidur, kita berikan obat supaya pasien merasa lebih baik dan bisa memejamkan mata. Kuncinya adalah memperbaiki kualitas hidup pasien,” papar Andri.

Bagaimana pun usia dan kesehatan ada di tangan Tuhan. Harapan untuk sembuh dan keajaiban akan selalu ada untuk mereka yang yakin. Termasuk untuk Jupe.

(wyn/gur)

Komentar