aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Duh! Ternyata Olahraga 30 Menit per Hari Belum Cukup untuk Membakar Lemak

Monday, 8 May 2017 15:50:08 WIB | Wayan Diananto
Duh! Ternyata Olahraga 30 Menit per Hari Belum Cukup untuk Membakar Lemak
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Olahraga rutin dan asupan serat digadang-gadang menjadi sepasang kunci untuk hidup sehat. Dengan keduanya, perempuan percaya dapat mengikis lemak dan memperoleh bentuk tubuh ideal. Banyak yang menyebut, olahraga cukup 30 menit sehari jika ingin langsing. Kalau tak sempat olah raga cukup, lakukan aktivitas rumah tangga seperti menyapu, mengepel, dan seterusnya. Benarkah?

Spesialis gizi dr. Rida Noor menjawab, “Ibu-ibu mungkin merasa sudah menyapu, mencuci, dan lain-lain. Itu sebenarnya tidak bisa disamakan dengan olahraga. Karenanya, saya selalu anjurkan para ibu untuk berolahraga secara rutin setiap hari. Dalam seminggu, ada satu day off atau istirahat. Namun, lima atau enam hari sisanya harus diisi dengan olahraga. Tiga puluh menit sehari minimal. Kalau mau mencapai fat burn atau pembakaran lemak, Anda disarankan 40 menit per hari.”

Dengan olahraga minimal 40 menit sehari, metabolisme tubuh berubah menjadi optimal dan terjadilah pembakaran lemak. Selain itu, pelajarilah tubuh Anda. Setiap orang, punya kebutuhan kalori yang berbeda. Kalau remaja putri, sehari membutuhkan kira-kira membutuhkan 1.500 kalori. Kalau laki-laki aktif bisa 2.000 hingga 2.500 kalori. Semestinya, harus ada serat yang diasup setiap hari. 

“Kalau tidak makan serat, tubuh mengganti serat itu dengan lemak. Tanpa sadar kita menggantikan porsi sehat itu dengan sesuatu yang berlebihan dan tidak sehat. Dalam jangka panjang, Anda terserang penyakit metabolik seperti jantung, misalnya,” terang Rida dalam talk show “Ibu Cerdas, Penuhi Kebutuhan Serat Keluarga” bersama Kalbe Farma dan Forum Ngobras”  di Jakarta, pekan ini.

Serat berfungsi untuk melancarkan sistem pencernaan. Ia berperan juga dalam proses buang air besar (BAB). Jika si kecil tidak BAB rutin setiap hari, ibu harus jeli. Rida menyarankan Anda untuk mengecek aktivitas fisik yang dijalani anak-anak Anda setiap hari. Misalnya, anak laki-laki aktivitasnya tinggi sehingga frekuensi BAB-nya rutin dan lancar. 

“Sementara yang perempuan bisa jadi karena aktivitasnya lebih banyak duduk, meski asupan seratnya banyak sekaligus sering, frekuensi BAB-nya tidak lancar. Aktivitas fisik harus ditambah. Hal lain yang tidak kalah penting, nilai aktivitas keseharian kita dengan nilai aktivitas dari olahraga itu beda,” pungkasnya. 

(wyn/ari)

Komentar