aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Rumah Singgah untuk Mempermudah Pengobatan Penderita Kanker Payudara Diresmikan

Friday, 3 February 2017 05:45:56 WIB | Roamuli Gultom
Rumah Singgah untuk Mempermudah Pengobatan Penderita Kanker Payudara Diresmikan
Linda Gumelar resmikan Rumah Singgah YKPI

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagai bentuk kepedulian bagi penderita kanker payudara, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) akhirnya mewujudkan Rumah Singgah.

Ketua YKPI, Linda Gumelar mengatakan,Rumah Singgah ini diharapkan bisa membantu para penderita kanker payudara yang harus bolak balik rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

"Banyak pasien kanker payudara, khususnya yang datang dari daerah dan dirujuk ke Rumah Sakit di Jakarta untuk pengobatan seperti, radiasi, kemoterapi dan lainnya. Ada yang radiasi sampai 30 kali dan mereka tidak mungkin bolak balik pulang. Mereka yang tidak mampu kesulitan mencari tempat menginap dengan harga terjangkau, karena itulah kami siapkan Rumah Singgah," ujar Linda Gumelar usai peresmian Rumah Singgah di Jalan Anggrek Neli Murni nomor A 38, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (1/2).

Banyaknya tahapan pengobatan yang dilalui penderita kanker membutuhkan waktu cukup lama, sehingga banyak biaya yang dikeluarkan untuk tempat tinggal, transportasi dan biaya hidup selama di Jakarta.

Untuk itu, lanjutnya, YKPI ingin meringankan beban penderita kanker payudara selama mereka berobat di Jakarta.

Tidak semua pasien bisa tinggal di Rumah Singgah YKPI, karena hanya diperuntukkan bagi penderita kanker payudara rawat jalan yang masih melakukan tahapan pengobatan dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Rumah Singgah ini terdiri dari 4 ruangan kamar dengan total 28 tempat tidur, 5 kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dapur serta halaman yang luas.

Tidak semua pasien kanker payudara bisa tinggal di Rumah Singgah ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, sebagai berikut :

1. Mengisi formulir dan melampirkan fotokopi KTP atau identitas lainnya.

2. Bukti keterangan diagnosa dengan Kanker Payudara (ada bukti dari dokter) stadium 1, 2, dan 3A. Serta membawa Surat Keterangan Dokter.

3. Kondisi pasien Mandiri, artinya bisa melakukan kebutuhan sehari- hari sendiri.

4. Pasien dari luar DKI Jakarta dan kesulitan dalam transportasi ke rumah sakit.

5. Biaya makan, minum dan kebutuhan pribadi lainnya ditanggung masing-masing.

6. Mematuhi tata tertib dan pasien dikenakan biaya pengganti keperluan rumah tangga dan kebersihan Rp 15 ribu perhari.

(uli/gur)

Komentar