aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Olahraga Saat Hamil, Kapan Harus Berhenti Total dan Menghubungi Dokter?

Friday, 19 March 2021 23:59:23 WIB | Wida Kriswanti
Olahraga Saat Hamil, Kapan Harus Berhenti Total dan Menghubungi Dokter?
Kebanyakan wanita hamil kini tetap melakukan olahraga atau latihan fisik. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kebanyakan wanita hamil kini tetap melakukan olahraga atau latihan fisik. Tujuannya beragam. Ada yang melakukannya dengan harapan proses melahirkan menjadi lebih lancar. Ada pula yang melakukannya agar terhindar dari peningkatan berat badan berlebih saat hamil.

Seperti dilansir dari Health Line, berolahraga saat hamil memang banyak memberi manfaat untuk kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Akan tetapi, jenis latihan fisiknya harus tetap diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi fisik yang bersangkutan, dan harus dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter kandungan.

Namun, sebagai ibu yang sedang menopang kehidupan lain di dalam tubuhnya, ada baiknya untuk lebih peka dan tidak memaksakan latihan fisik saat hamil. Terutama ketika timbul beberapa gejala setelah melakukan latihan fisik, seperti berikut ini.

1. Keluar darah dari vagina, sedikit atau banyak, samar atau jelas, hentikan segera latihan fisik.

2. Keluar cairan dari vagina, apapun itu, hentikan latihan fisik saat itu juga.

3. Merasa pusing dan rasa ingin pingsan.

4. Napas yang berubah pendek-pendek, bahkan sebelum Anda memulai latihan fisik.

5. Nyeri di dada.

6. Sakit kepala.

7. Merasa sangat lemah.

8. Pembengkakan betis.

9. Timbul kontraksi, terutama jika sering dan terasa sakit.

Tidak ketinggalan, hubungi dokter juga jika Anda merasakan nyeri di bagian panggul dan tulang-tulang lainnya secara umum. Dan perlu diingat, bahwa sekadar meredakan gejala sakit yang timbul, lalu keesokan harinya kembali berolahraga, sama sekali tidak disarankan. Tidak berolahraga secara khusus selama kehamilan jauh lebih aman ketimbang olahraga yang dipaksakan.

Komentar