aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Obesitas di Tengah Pandemi Covid-19, Perbesar Risiko Dirawat di ICU dan Kematian

Thursday, 4 March 2021 00:01:07 WIB | Adi Adrian
Obesitas di Tengah Pandemi Covid-19, Perbesar Risiko Dirawat di ICU dan Kematian
Obesitas dan paparan Covid-19 membuat kans pasien dirawat di ICU lebih besar 74 persen dan 48 persen lebih tinggi terhadap risiko kematian

TABLOIDBINTANG.COM - Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI 2018 menyebut 1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas. Selain itu, 1 dari 5 anak usia 5 sampai 12 tahun obesitas. Ini terungkap dalam diskusi virtual bersama Novo Nordisk bertema “Jangan Anggap Remeh Obesitas, si Penyakit Kronis Serius,” pekan ini. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes., menyebut lonjakan kasus obesitas di Tanah Air telah sampai di level yang mengkhawatirkan.

“Indonesia mengalami peningkatan hampir dua kali lipat, dari 19,1 persen pada 2007 ke 35,4 persen pada 2018,” ujarnya. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengartikan obesitas sebagai akumulasi lemak tak normal atau berlebihan, yang dapat mengganggu kesehatan. Bagi masyarakat Asia, seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh di atas angka 25. Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengingatkan obesitas harus dipahami sebagai penyakit kronis.

Ia bersifat kompleks, progresif, dan dapat kambuh. Obesitas adalah berat badan berlebih yang diakibatkan berbagai faktor genetik, psikologis, sosiokultural, ekonomi, dan lingkungan. “Fakta penting lain, begitu seseorang obesitas, ini akan jadi masalah panjang, bahkan seumur hidup, dan kembalinya pertambahan berat badan umum terjadi,” terangnya. Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Prof. Dr. dr. Nurpudji Taslim, Sp.GK (K), MPH, mengulas, “Kondisi obesitas ditambah infeksi Covid-19 membuat seseorang berisiko 113 persen lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit.”

Ia melanjutkan, “Obesitas dan paparan Covid-19 membuat kans pasien dirawat di ICU lebih besar 74 persen dan 48 persen lebih tinggi terhadap risiko kematian.”

Merespons ini, Medical Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Fahad Jameel, menyatakan Novo Nordisk berkomitmen menjadikan obesitas prioritas kesehatan. “Changing Obesity komitmen jangka panjang kami bersama berbagai rekan untuk meningkatkan kehidupan penderita obesitas dengan mengubah bagaimana sektor kesehatan di dunia melihat, mencegah dan menangani obesitas,” katanya.

Komentar