aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Catatan Menarik dari Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021

Thursday, 25 February 2021 08:02:17 WIB | Adi Adrian
Catatan Menarik dari Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021
ilustrasi

TABLOIDBINTANG.COM - Pekan ini, Pemerintah Kota Tegal meresmikan pusat daur ulang sampah di Kelurahan Mintaragen setelah kota tersebut bergabung sebagai penyelenggara Program “Yok Yok Ayok Daur Ulang!” bersama dengan Trinseo, Kemasan Group, Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia, Ikatan Pemulung Indonesia, dan Responsible Care Indonesia. Peresmian bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 24 Februari 2021.

Sektretariat Daerah Kota Tegal yang mewakili Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, Dr. Drs. Johardi, MM., menyebut Tegal berupaya mengatasi masalah sampah lewat program percontohan pengelolaan sampah secara end-to-end. Mintaragen menjadi Pusat Pengelolaan Sampah Kota pertama di Indonesia setelah terpasang mesin pemadat polistirena busa pada Maret 2020 disusul hadirnya mesin predator sampah.

Kota Tegal menjalankan pasal 12 UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dari pengelolaan sampah di 21 TPS berprinsip reduce, reuse, recycle hingga pemanfaatan kantong keresek untuk bahan baku sepatu dan kerajinan lain. Bahkan, jalan di Kompleks Balai Kota Tegal dibuat dari aspal yang dicampur limbah plastik. “Kami berkomitmen mengelola sampah melalui sinergi dengan para stakeholder terkait melalui program daur ulang sampah untuk menggerakkan ekonomi sirkular,” ungkap Johardi.

Presiden Direktur PT. Trinseo Materials Indonesia dan Direktur Sustainability Responsible Care® Indonesia, Hanggara Sukandar, menjelaskan, “Kolaborasi ini untuk menutup loop lingkaran ekonomi sirkular di Indonesia dan sekitarnya.” Direktur Kemasan Group, Wahyudi Sulistya, menekankan pentingnya daur ulang sampah plastik karena memiliki nilai ekonomis tinggi. “Kami menyumbangkan satu unit mesin pemadat PS dan predator sampah, yang mampu mengolah 20 ton sampah basah setiap hari. Semoga ini membantu tercapainya ekonomi sirkular,” kata Wahyudi dalam siaran pers yang kami terima pekan ini.
 

Komentar