aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Bahaya Susu Beras Bagi Bayi, Anak-anak, dan Ibu Hamil

Friday, 26 February 2021 16:00:23 WIB | Wida Kriswanti
Bahaya Susu Beras Bagi Bayi, Anak-anak, dan Ibu Hamil
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Susu sapi sekarang ini identik dengan harganya yang mahal. Karena itu banyak orang mencari alternatif untuk pemenuhan kebutuhan susu harian keluarganya. Salah satunya dengan mengonsumsi susu yang sumbernya nabati.

Beberapa susu nabati, seperti susu almon (almond milk), susu kelapa (coconut milk), susu kedelai (soy milk), hingga susu beras (rice milk).

Dari beberapa pilihan susu nabati yang tersedia, susu beras menjadi pilihan yang relatif paling terjangkau dan bahkan mudah membuatnya sendiri. Terutama di Indonesia, di mana makanan pokok hariannya berupa nasi.

Selain itu, susu beras juga paling rendah risiko menimbulkan alergi dibanding susu nabati lainnya yang berasal dari kacang-kacangan (termasuk kelapa).

Kebaikan lainnya, antara lain tinggi kalsium, vitamin A, dan vitamin D. Rasanya juga sudah relatif manis dan nikmat, sehingga tak perlu tambahan pemanis lagi.

Bahan-bahan untuk membuat susu beras di sini bukan air cucian beras, ya. Melainkan dari beras yang sudah dicuci, lalu digiling halus, kemudian ditambahkan air. Ketika sudah menjadi cairan berwarna putih susu, itulah yang dikonsumsi.

Kendati demikian, susu beras tidak direkomendasikan untuk konsumsi sehari-hari bayi, anak-anak, dan wanita hamil. Dilansir dari Health Line, hampir sulit sekarang ini menemukan beras organik. Andaipun sengaja mencari dan membeli beras organik, harganya lagi-lagi relatif mahal.

Karena itulah, susu yang dibuat dari beras tidak organik, bila dikonsumsi terlalu banyak, akan berisiko terhadap kesehatan bayi, anak-anak, dan ibu hamil, akibat penumpukan kandungan arsenik yang berasal dari pupuk atau pestisida.

Komentar