aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

4 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Wanita Setelah Memasuki Usia 30-an

Tuesday, 24 November 2020 16:05:36 WIB | aura.co.id
4 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Wanita Setelah Memasuki Usia 30-an
Ketika memasuki usia kepala tiga, risiko beberapa penyakit akan meningkat.(Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Bagi kebanyakan wanita, usia tiga puluhan berati saatnya mulai memikirkan karier dan keluarga secara lebih serius. Namun banyak yang lupa, usia tiga puluhan juga saatnya mulai memikirkan soal kesehatan dengan lebih serius. Sebab, ketika memasuki usia kepala tiga, risiko beberapa penyakit akan meningkat.

"Ini bukan hanya tentang membuat perubahan besar secara tiba-tiba. Sama dengan ketika memulai usia dua puluhan, kita tidak hanya harus mulai berhati-hati terhadap berapa banyak alkohol yang diminum dan menghindari merokok, namun juga harus semakin waspada terhadap beberapa isu kesehatan wanita yang potensial," sebut Dr. Kim Glass, dokter umum di Bupa Health Clinics di London, Inggris.

Kim Glass menyebutkan penyakit apa saja yang risikonya semakin tinggi dialami oleh wanita berusia tiga puluhan dan bagaimana cara mencegahnya.

Kanker Serviks

Setiap tahun di Britania Raya sekitar tiga ribu wanita terdiagnosa mengidap kanker seviks yang menjadi kanker paling umum diderita oleh wanita berusia 35 tahun ke bawah. Ini sebabnya, ketika berusia antara 25-49 tahun, wanita dianjurkan melakukan papsmear setiap tiga tahun sekali. "Deteksi dini terhadap berbagai masalah dapat memberikan pengaruh besar terhadap penanganannya," Kim Glass memperingatkan.

"Satu dari dua puluh wanita yang menjalani tes papsmear mendapat hasil yang tidak normal. Meski tes ini tidak berarti mereka positif terkena kanker, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menurunkan risiko (kanker serviks) dan mendeteksi virus berbahaya seperti sub-tipe virus HPV (Human Papilloma Virus) yang dapat menyebabkan kanker serviks di kemudian hari. Saya tidak akan pernah cukup mengatakan bahwa tes ini sangat membantu menyelamatkan kehidupan Anda," jelas Kim Glass.

Kim Glass juga mencatat, wanita yang menyadari adanya perdarahan yang tidak wajar (saaat menstruasi) harus segera membicarakannya dengan dokter sebagai tindakan pencegahan. "Meski hal ini biasanya bukan pertanda sesuatu yang serius, perdarahan tidak teratur terkadang juga bisa menjadi gejala dari infeksi atau polip endometrium atau serviks jinak (yang merupakan pertumbuhan non-kanker di dalam Rahim atau saluran serviks)," lanjut Kim Glass.

Kanker Payudara

Kanker serviks bukan satu-satunya kanker yang risikonya meningkat pada wanita usia tiga puluhan. "Wanita di usia tiga puluhan juga harus memeriksa payudara dan area di sekitarnya dari keberadaan benjolan secara teratur," kata Kim Glass. "Penting untuk mengetahui seperti apa bentuk jaringan payudara alami Anda dan segera menyadarinya jika ada yang berubah, sehingga Anda akan bisa menemukan tanda-tanda (kanker) itu sejak dini," lanjut Kim Glass.

Untuk mencegah kemungkinan kanker payudara, Kim Glass menyarankan agar Anda menjalani gaya hidup sehat yang meliputi pola makan sehat. "Penting juga mengikuti pola makan sehat yang kaya akan buah-buahan dan sayuran segar," saran Kim Glass. 

Usia tiga puluhan juga saatnya untuk mulai memikirkan soal kesehatan dengan lebih serius. Sebab, ketika memasuki usia kepala tiga, risiko beberapa penyakit akan meningkat.

"Ini bukan hanya tentang membuat perubahan besar secara tiba-tiba. Sama dengan ketika memulai usia dua puluhan, kita tidak hanya harus mulai berhati-hati terhadap berapa banyak alkohol yang diminum dan menghindari merokok, namun juga harus semakin waspada terhadap beberapa isu kesehatan wanita yang potensial," Dr. Kim Glass, dokter umum di Bupa Health Clinics di London, Inggris.

Kim Glass menyebutkan penyakit apa saja yang risikonya semakin tinggi dialami oleh wanita berusia tiga puluhan dan bagaimana cara mencegahnya.

Stres

Wanita di usia tiga puluhan juga sangat rentan terkena stres yang disebabkan oleh tekanan di urusan pekerjaan, tanggungjawab keuangan, hingga urusan rumah tangga. "Ketika mengalami stres kita akan mengeluarkan beberapa hormon termasuk hormon kortisol yang menyebabkan tubuh Anda terjebak pada ‘gigi lima’, sedangkan tubuh kita tidak didesain untuk terus-terusan berada di jalur cepat," catat Kim Glass. 

Stres yang berkepanjangan dapat memicu munculnya penyakit-penyakit lain yang berbahaya. "Jika tidak dikelola dengan tepat, stres dapat menyebabkan masalah pada sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam infeksi. Stres juga bisa menjadi penyebab munculnya penyakit kardiovaskular atau masalah dengan sistem pencernaan di kemudian hari," jelas Kim Glass.

Cedera Otot dan Sendi

Wanita usia tiga puluhan cenderung lebih mudah mengalami masalah muskuloskeletal atau suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, saraf, otot, tendon, dan tulang belakang. "Otot-otot kita akan aus seiring berjalannya waktu, dan seiring bertambahnya usia persendian kita mengalami degenerasi yang berarti kita berisiko lebih besar mengalami putaran lutut atau keseleo di pergelangan tangan dan kaki," urai Kim Glass.

Di usia tiga puluhan, fleksibilitas tubuh berkurang sehingga sedikit gerakan yang terlalu keras atau salah posisi dapat memicu cidera punggung, lutut, dan pinggul.  "Untuk menghindari hal ini, mulailah melakukan olahraga secara teratur," saran Kim Glass. 

Komentar