aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kenalkan Budaya Bangsa, Iwet Ramadhan Kembali Desain Botol Motif Batik 

Friday, 20 November 2020 00:34:18 WIB | Romauli
Kenalkan Budaya Bangsa, Iwet Ramadhan Kembali Desain Botol Motif Batik 
melalui botol bermotif batik ini,  Ibu dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya.

TABLOIDBINTANG.COM - Di tengah kondisi pandemi sampai saat ini belum juga mereda membuat masyarakat khawatir terjangkit oleh virus yang kasat mata ini, untuk itu kita tak boleh lengah dan tetap menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19, terutama para Ibu yang masih menyusui ASI ke bayinya. 

Meskipun aktivitas dan mobilitas masyarakat menjadi sangat terbatas, brand perlengkapan bayi tetap terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata berkelanjutan kepada negeri tercinta dalam melestarikan kebudayaan  bangsa Indonesia dengan meluncurkan botol motif batik yang senantiasa memiliki filosofi bagaikan doa terbaik orang tua untuk buah hatinya.

Pada kondisi tertentu ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayi nya seperti saat ibu sedang bekerja di luar rumah, ibu sedang sakit atau kondisi bayi berkebutuhan khusus seperti bayi lahir prematur dan bayi bibir sumbing. 

Hal tersebut yang melatar belakangi Pigeon untuk terus berinovasi dan melakukan penelitian mengenai “Perilaku menyusu ASI pada bayi” di Pusat Riset Pigeon ‘Joso Laboratory’ di Jepang dan bekerjasama  dengan para dokter anak dari berbagai universitas terkemuka untuk merancang produk botol dan dot berkualitas sebagai alternatif dan solusi agar Ibu tetap dapat memberikan ASI kepada bayinya pada berbagai kondisi. 

"Semua produk botol Pigeon dikembangkan dengan bahan BPA Free dan tinta Food Contact Grade begitu juga dengan botol motif Batik, sehingga sesuai digunakan untuk wadah makanan bayi," jelas Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division Pigeon.

Di tahun 2020 ini merupakan tahun ke-7, Pigeon kembali memperlihatkan komitmen dan kontribusi dalam melestarikan batik dengan mengembangkan botol motif batik yang berkolaborasi dengan desainer batik berbakat Iwet Ramadhan. 

Anis menambahkan, bersama Iwet Ramadhan, kami berkolaborasi sejak awal untum memperkenalkan koleksi pertama botol batiknya. Kolaborasi berkelanjutan ini tentunya dikarenakan adanya kesamaan prinsip untuk mengembangkan produk berkualitas dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. 

Iwet menjelaskan ada empat motif yang diangkat untuk koleksi tahun ini. Padma sebagai simbol kesucian dan kemurnian, Bangau sebagai simbol kebahagiaan, Kupu-Kupu sebagai simbol cinta abadi dan Awan sebagai simbol kebahagiaan dan harapan.

Motif batik unggulan tahun ini, yaitu Teratai (Padma) yang terinspirasi dari proses pertumbuhan tanaman Teratai yang hidup di lumpur dalam air dan dapat survive di segala kondisi cuaca maupun keadaan yang akhirnya dapat menghasilkan bunga teratai yang cantik di permukaan air. 

"Inspirasi dan filosofi Teratai (Padma) ini dinilai sesuai dengan kondisi saat ini dimana kita sedang bertahan dari pandemi namun tetap semangat untuk percaya bahwa pada akhirnya nanti akan ada kehidupan yang indah, layaknya bunga teratai," papar Iwet.

Selain botol motif batik Teratai, tahun ini Pigeon juga meluncurkan Feeding set dan Kain batik tulis motif Phoenix. Dan kedepan akan juga diluncurkan kain batik tulis dan pouch batik Teratai hasil karya pembatik ibu-ibu Rusunawa Pulogebang binaan Iwet Ramadhan, sebagai kelanjutan dan konsistensi Pigeon untuk mendukung para pembatik Indonesia agar tetap dapat berkarya dan melestarikan kebudayaan batik Indonesia. 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang kurang beruntung, brand perlengkapan bayi ini akan mendonasikan sebagian penjualan botol batik Teratai, kain batik tulis Phoenix dan kain batik tulis serta pouch batik Teratai kepada Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) untuk kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit senilai Rp 165 juta. 

Harapannya, lanjut Anis, melalui botol bermotif batik ini,  Ibu dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya, sekaligus untuk memperkenalkan budaya Bangsa agar bayi dapat tumbuh sehat dengan menyusui secara alami. 

Komentar