aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jumlah Kasus Hipertensi Pada Ibu Hamil Masih Tinggi, Bagaimana Siasatnya?

Friday, 20 November 2020 00:16:40 WIB | Adi Adrian
Jumlah Kasus Hipertensi Pada Ibu Hamil Masih Tinggi, Bagaimana Siasatnya?
ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Hipertensi sangat mungkin terjadi pada ibu hamil. Angka kejadian preeklamsia (hipertensi pada kehamilan) lebih tinggi di negara berkembang seperti Indonesia. Persentase kasus ini mencapai 7 hingga 10 persen. Ini terungkap dalam webinar “Peran Gizi Sebagai Langkah Pengendalian Hipertensi dan Menjaga Kekebalan Tubuh dalam Kehamilan” persembahan PT Ajinomoto Indonesia dan Gizi Kebugaran Indonesia. Hadir sebagai narasumber, Kepala Program Studi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes.

Menurut Toto, mengontrol asupan kalori dan nutrisi lain penting untuk mencegah risiko hipertensi pada kehamilan. Ada beberapa cara untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, serta meningkatkan imunitas ibu dan janin. Salah satunya menerapkan pola makan yang memperbanyak sayuran dan ikan serta strategi diet rendah garam. Masih menurut Toto, sebuah riset menyebut pola makan kaya sayur dan ikan mengurangi kemungkinan terkena hipertensi gestasional sebesar 14 persen dan preeklamsia 21 persen.

“Diet rendah garam juga dapat menurunkan risiko hipertensi pada kehamilan. Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa tinggi namun tetap rendah garam, bumbu umami seperti MSG bisa jadi solusi,” urai Toto. Banyak riset di luar negeri menunjukkan penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. “Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari kandungan natrium pada garam meja biasa,” imbuhnya.

Public Relations Manager Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati, menjelaskan, webinar ini diikuti bidan dan mahasiswi kebidanan. Jumlahnya mencapai 311. “Kami perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif terkait bumbu umami yang mendukung para ibu di Indonesia agar tetap sehat. Kami berharap bidan dan mahasiswi kebidanan dalam webinar ini dapat menyebarkan fakta ini kepada masyarakat luas,” kata Katarina.

Komentar