aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Sering Menahan Buang Air Kecil Bisa Menyebabkan Kerusakan Ginjal

Sunday, 1 November 2020 02:00:23 WIB | aura.co.id
Sering Menahan Buang Air Kecil Bisa Menyebabkan Kerusakan Ginjal
Menahan buang air kecil dapat menghadirkan sejumlah masalah pada tubuh Anda. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Pernahkah Anda menahan buang air kecil ? Jika iya sebaiknya jangan diulangi lagi karena meski terdengar sepele, menahan buang air kecil dapat menghadirkan sejumlah masalah pada tubuh Anda.

Seperti dilansir oleh The List, berikut adalah sejumlah masalah yang akan datang ketika Anda sering menahan buang air kecil.

1. Buang Air Kecil di Celana

Kandung kemih orang dewasa hanya mampu menampung kira-kira 400 - 500 cc cairan. Jika kandung kemih terus diisi hingga penuh maka secara otomatis tubuh akan mengeluarkan cairan yang sudah tak mampu ditampun oleh kandung kemih. Artinya, Anda akan buang air kecil tidak pada tempatnya.

2. Kehilangan Kemampuan Untuk Tahu Kapan Harus Buang Air Kecil

Seorang dokter di Klinik Kesehatan Naturopathlin, Toronto, Dr. Chamandeep Bali mengatakan bahwa orang yang terlalu sering menunda buang air kecil bisa kehilangan kemampuan kapan harus ke kamar mandi (buang air kecil).

"Kandung kemih mengirim sinyal ke otak kapan waktu untuk buang air kecil. Namun, jika Anda sering mengabaikan pesan tersebut maka otak bisa kehilangan kemampuan tersebut (sinyal buang air kecil)," terang Chamandeep

3. Infeksi Saluran Kemih

Jika Anda tidak 'mengosongkan' kandung kemih Anda secara cukup, bakteri akan berkembang biak dalam kandung kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih. Infeksi ini terjadi karena bakteri telah berhasil masuk ke saluran kemih. Gejalanya, seperti sensasi panas pada kandung kemih, nyeri pada pelviks dan sering buang air kecil.

4. Kerusakan Ginjal

Menurut Ahli Urologi dari New York, Alex Shteynshlyuger, M.D., dalam kasus jangka panjang, menunda buang air kecil dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Kandung kemih terhubung dengan saluran lain seperti ginjal. Ginjal membuat urin dari kelebihan air dalam aliran darah.

"Jika urin berjalan kembali ke saluran yang menghubungkan andung kemih ke ginjal Anda, itu dapat menyebabkan infeksi bahkan kerusakan ginjal," terang Alex. 

Komentar