aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Warna Urine Bisa Indikasikan Masalah Kesehatan, Apa Warna Urine Anda?

Thursday, 4 June 2020 05:00:23 WIB | aura.co.id
Warna Urine Bisa Indikasikan Masalah Kesehatan, Apa Warna Urine Anda?
Warna urine mampu menjadi indikator terhadap kondisi kesehatan tubuh manusia. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - WARNA urine mampu menjadi indikator terhadap kondisi kesehatan tubuh manusia. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk sesekali melakukan pemeriksaan warna urine demi menjaga diri dari resiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Seperti dilansir Daily Mail, urine yang sehat sebanyak 96 persen terbuat dari air dan sisanya dari zat-zat sisa dalam tubuh.

Secara umum urine berwarna kuning pucat. Warna kuning ini berasal dari urochrome yakni pigmen kuning yang berasal dari bile yang diproduksi di hati dan membantu tubuh mencerna lemak. Urochrome ini cukup membantu dalam memperlihatkan kondisi urin.

Bagi Anda yang rajin mengonsumsi air putih maka urine akan keluar dengan kondisi warna lebih transparan karena air melarutkan pigmen kuning yang ada di dalamnya.

Secara jangka pendek, urine berwarna transparan tak mengindikasikan permasalahn kesehatan. Namun 1 dari 25 ribu orang yang memiliki urine transparan diketahui menderita penyakit diabetes insipidus.

Sementara, yang memiliki urine berwarna kuning terang sebagian besar dipengaurhi pengonsumsian suplemen vitamin seperti Vitamin C, dan B kompleks.

Jika kondisi urine cenderung berwarna oranye atau kuning pekat menandakan tubuh mengalami dehidrasi. Ini juga dapat dipicu oleh pengonsumsian makanan dengan kandungan garam yang tinggi ataupun kandungan beta carotene tinggi seperti dalam wortel dan ubi.

Ada pula yang orang yang mengeluarkan urine berwarna biru. Ini dapat terjadi jika banyak mengonsumsi makanan dengan pewarna biru seperti kembang gula atau permen berwarna biru. Pasalnya beberapa pewarna makanan terbuat dari molekul kompleks yang sulit dicerna usus sehingga keluar melalui urine dan menghasilkan warna tersebut.

Kandungan bakteri dapat pula menciptakan pigmen berwarna yang mengakibatkan urine berwarna hijau. Misalnya bakteria Pseudomonas aeruginosa yang menyebabakan penyakit cystitis. Ini menyebabkan urine berwarna hijau dan menandakan terjadinya infeksi.

Jika urine pink atau merah, ada kemungkinan berasal dari makanan seperti blackberry, lobak atau buah bit. Sedangkan kalau berwarna ungu, dapat menandakan adanya kelainan genetik porphyria. Ini menyerang 1 dari 25 ribu orang dan membuat tubuh memproduksi zat poryphin berupa pigmen berwarna ungu yang membantu darah mengangkut oksigen. Sisa dari zat ini kemudian dikeluarkan dari tubuh bersama urin, membuatnya berwarna ungu.

Bagi yang memiliki urine berwarna putih atau keruh dapat saja disebabkan oleh infeksi bakteri. Pasalnya, jika bakteri seperti E.coli dari feses masuk ke dalam kandung kemih maka tubuh akan mengirimkan sel darah merah untuk melawannya sehingga dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan.

Kondisi urine putih atau keruh juga dapat terjadi setelah melakukan seks. Sebab saat ejakulasi, air mani didorong keluar dari testis dan masuk ke dalam urethra yang menjadi tempat sama yang dilewati urine dan sperm. Sehingga sisa air mani dapat saja tertinggal di urethra dan menyebabkan urine berwarna putih atau keruh.

Nah, bagaimana dengan warna urine Anda?

Komentar