aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Temulawak Bisakah Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Wabah Corona?

Wednesday, 1 April 2020 20:15:55 WIB | Adi Adrian
Temulawak Bisakah Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Wabah Corona?
Salah satu bahan alami yang dapat dipakai untuk memelihara daya tahan tubuh selama wabah berlangsung, temulawak atau Curcuma xanthorrhiza roxb.

TABLOIDBINTANG.COM - Wabah Corona Covid-19 di Indonesia meluas. Jumlah kasus infeksi Corona Covid-19 per Rabu (1/4/2020) mencapai 1.677, korban meninggal 157 orang.

Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan Jakarta, dr. Erlina Burhan, M. Sc, SpP (K), menyebut pengidap Covid-19 biasanya mengalami demam, batuk, dan pilek.

Bila infeksi sampai ke paru, ia mengalami radang paru, susah bernapas, lalu berujung pada kematian. Yang patut diwaspadai, pada beberapa kasus, pengidap virus Corona tidak menunjukkan gejala apapun.

“Kita perlu makin waspada karena virus Corona bisa menular bila terjadi kontak langsung dengan pengidap. Bila kita memiliki antibodi kuat, virus Corona tidak bisa melumpuhkan tubuh,” ujarnya.

Laporan Business Insider menjabarkan, 90 persen anak pengidap Corona menunjukkan gejala ringan-sedang, 39 persen menjadi pneumonia tanpa menunjukkan gejala yang jelas, 50 persen lainnya mengalami demam, batuk, sesak napas, sakit tenggorok, serta kelelahan. Empat persen lainnya tidak menunjukkan gejala apapun.

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation, Prof. Dr. Chairul A. Nidom, menyebut salah satu bahan alami yang dapat dipakai untuk memelihara daya tahan tubuh selama wabah berlangsung, temulawak atau Curcuma xanthorrhiza roxb.

Zat curcumin dalam temulawak mengendalikan produksi sitokin akibat dari satu sel yang terinfeksi virus, baik itu infuenza maupun Covid-19. Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh. Bila terpapar virus terus menerus, ia menjelma jadi badai sitokin yang membuat paru-paru padat dan kaku lalu terjadilah sesak napas bahkan, gagal napas.

VP Research and Development Soho Global Health, DR. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si, merekomendasikan masyarakat mengonsumsi temulawak yang telah diekstrak karena lebih efektif menjaga kesehatan tubuh. Suplemen Curcuma FCT, misalnya.

“Kadar curcumin-nya lebih terukur, sesuai kebutuhan tubuh. Untuk mendapat ekstrak curcumin 20 mg butuh 7.500 mg temulawak segar. Produk Curcuma FCT praktis dan aman dikonsumsi,” urai Aswin lewat siaran persnya, pekan ini.

Selain itu, ada Curcuma tablet dan dan Curcuma Plus. Untuk anak, Curcuma Plus tersedia dalam bentuk vitamin sirup, tablet, dan Susu Pertumbuhan.

Komentar