aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

6 Penyebab Berat Badan Gampang Naik-Turun

Thursday, 2 April 2020 03:00:23 WIB | aura.co.id
6 Penyebab Berat Badan Gampang Naik-Turun
Beraat badan selalu menjadi problematika wanita. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - BERAT badan selalu menjadi problematika wanita. Yang membuat gemas adalah, kenapa setelah berhasil menurunkan berat badan menjadi proporsional, hanya dalam jangka waktu beberapa bulan, celana kembali terasa sempit dan jarum timbangan kembali naik.

Atau Anda sudah merasa makan dengan porsi sedikit, tetapi berat badan susah sekali turun? Mengapa berat badan kita tidak stabil?

Tanpa sadar sering kali, kita melakukan beberapa kebiasaan yang justru mengganggu metabolisme tubuh, sehingga bobot tubuh kita mudah naik-turun.

1. Ingin serbainstan

Inilah salah satu kebiasaan wanita, maunya serbainstan! Malas melewati yang namanya sebuah proses. Ingin langsing, minum obat diet, suntik sana suntik sini, ada yang tidak makan sekalian. Beragam cara salah yang akhirnya merusak tubuh sendiri. Berat badan mungkin cepat turun, tetapi pasti akan cepat naik lagi. Anda harus menargetkan hasil yang realistis dengan upaya yang setara. Jangan bermimpi turun berat badan 5 kg dalam sebulan jika Anda tetap mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi kalori setiap hari.

2. Kurang aktivitas fisik

Berat badan tidak akan berkurang hanya dengan diet dan tidak akan naik dengan mudah juga jika Anda giat melakukan aktivitas fisik. Untuk hasil maksimal, Anda harus menggabungkan diet dengan aktivitas fisik secara rutin. Tidak hanya membuat langsing, kombinasi diet dan olahraga menyehatkan tubuh dan mencegah tubuh kembali gemuk.

3. Coba-coba diet karena tren

Banyak ahli gizi atau ilmuwan yang menciptakan pola-pola diet tertentu yang sering kali hasilnya hanya sementara. Diet Atkins misalnya, melarang pediet mengonsumsi karbohidrat dan hanya fokus pada makanan berprotein tinggi. Jenis diet ini memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tapi sampai berapa lama Anda harus makan tanpa karbohidrat? Apakah selamanya? Bagaimana pun, tubuh memerlukan karbohidrat untuk menjaga keseimbangan metabolisme dan aktivitas tubuh. Lupakan diet musiman dan ikuti diet sehat yang memasukkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan jumlah proporsional.

4. Kurang tidur

Tidur kurang dari 7-8 jam sehari akan menyulitkan tubuh mengumpulkan energi untuk beraktivitas, juga mencerna makanan. Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang mengalami lelah setiap hari, metabolisme tubuhnya akan menurun. Metabolisme merupakan proses mengubah nutrisi makanan dan kalori menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas. Metabolisme rendah, berarti kemampuan tubuh untuk membakar kalori juga lebih sedikit. Kebanyakan orang yang jam tidurnya kurang justru akan mengalami kenaikan berat badan.

5. Konsumsi garam berlebihan

Konsumsi garam yang berlebihan membuat tubuh menumpuk cairan. Hal ini menyebabkan area perut tampak buncit. Hindari atau kurangi makanan yang banyak mengandung garam, seperti junk food dan daging olahan. Biasakan menyajikan makanan hanya dengan sedikit garam. Anda bisa menggantinya dengan berbagai macam bumbu dapur seperti rempah-rempah untuk memperkaya rasa masakan. Pilih juga bahan makanan yang “netral”, seperti daging ayam tanpa kulit, buah dan sayuran segar.

6. Suka minuman manis

Naiknya bobot tubuh juga dipengaruhi cairan yang masuk ke dalam tubuh. Kalau merasa sudah makan dengan porsi sedikit, perhatikan apakah minuman yang Anda pilih sudah aman? Minuman yang manis dan berwarna sudah pasti mengandung gula, belum lagi sirup, susu, dan bahan lainnya yang menambah sedap rasa. Gula dan kawan-kawannya ini memberi kontribusi besar pada penambahan kalori, sehingga tanpa terasa bobot tubuh Anda naik dengan mudah. 

Komentar