aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Banyak Orang Tak Sadar, Benda-benda Ini Lebih Kotor Daripada Kloset (2)

Friday, 27 March 2020 08:30:19 WIB | Agestia Jatilarasati
 Banyak Orang Tak Sadar, Benda-benda Ini Lebih Kotor Daripada Kloset (2)
Handphone yang sering Anda bawa mengandung banyak baketri yang lebih kotor dibandingkan kloset kamar mandi. (Dok. Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ada banyak kuman yang menghuni kloset dari virus penyebab flu sampai bakteri streptokokus. Tapi, ternyata benda-benda ini lebih kotor dari kloset.

3.    Gadget

Gadget yang kita pegang memiliki 10 kali lebih banyak dibandingkan kloset. (Dok.Depositphoto)
Gadget yang kita pegang memiliki 10 kali lebih banyak dibandingkan kloset. (Dok.Depositphoto)

Di era digital, manusia tak bisa lepas dari gadget seperti telepon genggam, tablet, laptop, dan komputer. Menurut studi yang dilakukan Universitas Arizona, AS, berbagai gadget seperti telepon genggam, tombol kibor komputer, dan laptop memiliki jumlah bakteri 10 kali lebih banyak dibandingkan dudukan kloset. Sama seperti remote televisi, manusia abai untuk cuci tangan sebelum dan sesudah memegang gadget sehingga bakteri akan menempel pada gadget mereka.

4.    Spons

Spons berfungsi sebagai alat pembersih perkakas dapur, ternyata menyimpan bakteri lebih banyak dari pada kloset. (Dok. Obralan)
Spons berfungsi sebagai alat pembersih perkakas dapur, ternyata menyimpan bakteri lebih banyak dari pada kloset. (Dok. Obralan)

Berfungsi sebagai salah satu alat pembersih perkakas dapur, spons justru menjadi salah satu benda yang lebih kotor daripada kloset. Menurut studi yang dipublikasikan oleh jurnal kesehatan daring Scientific Reports, spons pencuci perkakas dapur mengandung tak kurang dari 363 spesies bakteri dengan jumlah total mencapai 45 miliar bakteri di setiap sentimeter perseginya. Spons basah merupakan tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri. Untuk menghindari hal ini, selalu keringkan spons sehabis dipakai. Kemudian ganti spons secara rutin 1 sampai 3 minggu sekali. 

bersambung

(ages)

Komentar