aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Rambut Kemaluan Dicukur, Ini Dampak Negatif yang Bakal Muncul

Thursday, 27 February 2020 05:00:23 WIB | aura.co.id
Rambut Kemaluan Dicukur, Ini Dampak Negatif yang Bakal Muncul
Sebagian besar pria dan wanita mencukur rambut kemaluan mereka. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagian besar pria dan wanita mencukur rambut kemaluan mereka. Higienitas biasanya jadi alasan utama. Namun, terlepas dari faktor higienitas, menurut para ahli rambut kemaluan memiliki beberapa manfaat. 

Seperti dikutip dari laman Greatist, teori pertama menyebutkan rambut kemaluan yang muncul pada masa pubertas jadi pertanda bahwa seseorang sudah bisa bereproduksi. Rambut-rambut tersebut juga akan melindungi kulit dari gesekan yang timbul ketika melakukan hubungan intim

Sedangkan teori kedua mengaitkannya dengan produksi keringat dalam tubuh. Kelenjar apocrine yang terdapat pada area ketiak dan kemaluan mengeluarkan zat pheromone dalam bentuk keringat dan bau tubuh yang menarik lawan jenis.

Itulah sebabnya, para wanita mengeluarkan pheromone yang berbeda ketika mengalami ovulasi untuk menarik lawan jenis. 

Sayangnya, sebagian besar orang memilih mencukur rambut kemaluan mereka. Padahal, mencukur rambut kemaluan berpotensi menimbulkan rasa gatal atau kemerahan pada area kemaluan. 

Dampak lainnya, rambut yang tumbuh setelah dicukur atau di-wax akan cenderung tumbuh ke arah dalam (ingrown hair) sehingga menyebabkan peradangan dan muncul bercak-bercak pada kulit. 

Selain itu, kulit akan mengalami abrasi (penipisan akibat benda tajan) secara perlahan yang berpotensi tertular atau menularkan penyakit menular seksual. 

Komentar