aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kenali Gejala Spesifik dan Tidak Spesifik Serangan Jantung

Tuesday, 18 February 2020 08:00:20 WIB | Wayan Diananto
Kenali Gejala Spesifik dan Tidak Spesifik Serangan Jantung
Serangan jantung memiliki gejala spesifik dan tidak spesifik. (Foto: Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Penyakit jantung, salah satu momok paling menakutkan. Datang tiba-tiba dan merenggut nyawa yang kita sayangi seketika. Namun, serangan jantung dapat dicegah dengan mempelajari gejala spesifik dan gejala tidak spesifiknya.

dr. Jetty R. H. Sedyawan, Sp.JP (K), FIHA, FACC, memaparkan serangan jantung ditandai dengan gejala spesifik dan tidak spesifik. "Yang spesifik biasanya dimulai dengan rasa berat di dada yang menjalar ke leher, lengan kiri, disertai dengan keringat dingin, rasa enggak enak, dan sesak. Makanya disebut angina alias tercekik. Lalu disertai gejala tidak spesifik yakni lemas, lelah, sakit menyerupai mag, dan nyeri pada ulu hati."

Pada perempuan dan orang tua rasanya tidak spesifik karena saraf mereka terganggu. Jetty menambahkan, serangan jantung berbeda dengan henti jantung mendadak. Yang terjadi pada henti jantung mendadak biasanya, penderita mendadak jatuh di kamar mandi. Saat itu menimpa anggota keluarga, Anda harus mengecek apakah denyut nadinya masih berdetak? Jika tidak ada, lakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru.

"Pertolongan pertama ini sangat penting mengingat masih banyak kemungkinan saat serangan henti jantung mendadak terjadi. Bisa jadi denyut nadi kembali terasa dan terjadi sirkulasi pada sel-sel saraf. Namun otaknya mengalami kematian jaringan," Jetty menukas. Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk meminimalkan risiko terserang henti jantung mendadak.

Pertama, menjaga pola makan mengingat makanan yang disantap akan tersimpan sebagai lemak di tubuh. Saat gaya hidup Anda tidak sehat, itu membesarkan peluang terjadi penyumbatan di pembuluh darah. Kedua, kendalikan stres. Hadapi stres Anda jangan berusaha menghindari. Kalau stres, jangan jadikan makan sebagai pelarian, lakukan kegiatan seperti berkebun. Ketiga, rutin berolahraga. Yang tak kalah penting, berhenti merokok.

( wyn)

Komentar