aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Benarkah Virus Corona Bisa Berkembang Biak di Kulit? Ini Penjelasan Dokter

Tuesday, 11 February 2020 14:38:02 WIB | Adi Adrian
Benarkah Virus Corona Bisa Berkembang Biak di Kulit? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi virus Corona

TABLOIDBINTANG.COM - Koronavirus atau yang populer disebut virus Corona tengah mewabah dan menjadi isu kesehatan global. Virus ini mendapat perhatian serius dari organisasi kesehatan dunia WHO.

Virus Corona diketahui berasal dari keluarga Coronaviridae yang menyebabkan penyakit pada burung, mamalia, hingga manusia. Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. Dr. Erlina Burhan, Msc, SP.P(K) menjelaskan bahwa virus Corona sebenarnya bukan barang baru di dunia kedokteran.

“Namanya Human Coronavirus, adanya di manusia, ditemukan sejak tahun 1990. Kemudian ditemukan juga pada hewan seperti tikus, kelelawar, musang, dan unta. Ia menular dari hewan ke hewan,” ulas Erlina kepada tabloidbintang.com di Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Virus Corona yang mewabah di Tiongkok memiliki DNA yang berbeda dengan virus Corona generasi sebelumnya. Itu sebabnya, ia dinamai 2019-nCOV. COV singkatan dari Coronavirus. N artinya Novel atau baru. Angka 2019 merujuk pada tahun penemuan.

Wabah virus Corona membuat khalayak panik bercampur khawatir. Mereka takut virus Corona menempel dikulit dan menginfeksi. Terkait hal ini, Erlina meluruskan.

Menurutnya, tidak semua organ tubuh manusia bisa ditempeli virus Corona. Misalnya, orang yang terpapar virus Corona batuk. Cairan dari dalam mulutnya muncrat, lalu menempel di kulit tangan Anda. Itu tidak serta merta membuat Anda terpapar virus Corona.

“Mengapa? Untuk bisa berkembang biak di tubuh manusia, virus Corona butuh reseptor atau bahasa awamnya cantelan. Kulit luar kita itu bukan reseptor yang memadai,” Erlina menjelaskan.

Ia menambahkan, “Enzim reseptor itu adanya di saluran napas dan saluran cerna. Makanya dari riset yang saya baca, tiga persen pasien yang terpapar virus Corona mengalami diare. Selebihnya, keluhan batuk dan lain-lain.”

Komentar