aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Tidak Elastis, Mitos atau Fakta?

Saturday, 9 November 2019 14:00:23 WIB | Agestia Jatilarasati
Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Tidak Elastis, Mitos atau Fakta?
Jika diibaratkan, vagina seperti sebuah karet. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagian orang mungkin pernah mendengar mitos tentang wanita yang terdengar seperti mengintimidasi wanita. Sayangnya, baik kaum pria dan wanita, banyak yang meyakini mitos tersebut. 

Seperti dilansir Gurl, banyak wanita yang khawatir akan mitos yang menyebar luas di masyarakat seperti elastisitas miss V, miss V berbau tidak sedap, atau hal-hal lainnya. Anda perlu mengetahui bahwa seluruhnya tidak benar dan tidak seberbahaya yang orang pikirkan. 

Miss V yang bau menandakan tidak sehat?

Banyak wanita yang merasa tidak nyaman ketika mendapati ada bau di vagina mereka sehingga akhirnya mereka memilih untuk memakai wewangian agar menghilangkan bau tersebut. Ada juga sebagian orang yang berangapan bahwa bau yang ada di "miss V" menjadi tanda bahwa vagina berada dalam kondisi yang kurang baik. Sesungguhnya itu tidak sepenuhnya benar. 

Area kewanitaan memang memilki aroma khas yang alami. Selama vagina tidak mengeluarkan lendir atau keputihan yang berwarna atau berlebihan, maka itu dapat dikatakan normal. Terkadang miss V juga lebih bau daripada biasanya ketika sedang haid. Hal tersebut wajar karena darah haid juga keluar dan menimbulkan aroma yang khas.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Sering melakukan hubungan intim akan membuat miss V tidak elastis?

Sering kita mendengar bahwa jika melakukan sering melakukan hubungan seks atau melakukan hubungan dengan lebih dari satu orang akan membuat vagina menjadi longgar. Hal itu tidaklah benar. Jika diibaratkan, vagina seperti sebuah karet. Vagina dapat melentur ketika mendapat rangsangan dan menyesuaikan dengan bentuk Mr. P lalu akan kembali merapat kebentuk aslinya ketika tidak mendapat rangsangan. 

Kram ketika haid itu normal?

Sebagian wanita mungkin berpikir jika kram yang terjadi ketika haid adalah sebuah hal yang wajar. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Kram saat haid memang kerap dirasakan wanita terutama pada tiga hari pertama menstruasi. Tetapi jika kram yang dialami sangat menyakitkan sehingga membuat Anda tidak dapat bergerak, mungkin ada sesuatu yang tidak normal dengan menstruasi Anda. 

Menggunakan obat penghilang rasa sakit ketika haid juga dapat membantu Anda. Tetapi jika Anda terus mengalami sakit dan kram ketika haid padahal sudah menggunakakan obat penghilang rasa sakit, sebaiknya Anda pergi ke dokter kandungan untuk memeriksanya.

Wanita tidak dapat menggunakan tampon ketika masih perawan?

Bagi sebagian wanita, menggunakan tampon akan lebih nyaman dibanding menggunakan pembalut karena jika menggunakan pembalut akan meninggalkan bekas dan sering 'tembus'. Menggunakan tampon memang lebih nyaman dan tidak perlu khawatir akan 'tembus', tetapi banyak orang yang beranggapan bahwa tampon hanya bisa digunakan oleh wanita yang sudah melakukan hubungan intim.

Well, ini sama sekali tidak benar. Jika kita menggunakan tampon, tampon akan dipasang sebelum mengenai selaput dara wanita, jadi baik masih perawan ataupun tidak, menggunakan tampon oke saja. 

Pil KB hanya untuk mengontrol kehamilan?

Nah, yang satu ini pasti semua orang berpikir begitu padahal banyak manfaat yang Anda dapatkan jika Anda menggunakan pil KB. Sebenarnya pil KB berguna untuk menekan produksi hormon berlebih pada wanita sehingga mampu mengurangi rasa sakit ketika haid, menghaluskan kulit atau bahkan dapat mengobati jerawat pada wajah. 

Komentar