aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ini Makanan yang Baik untuk Penderita Kanker dan Cara Mengolahnya

Thursday, 24 October 2019 23:59:44 WIB | Ari Kurniawan
Ini Makanan yang Baik untuk Penderita Kanker dan Cara Mengolahnya
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Bukan hanya terapi, asupan makanan juga berperan vital demi mendukung pengobatan dan penyembuhan kanker. Jika tidak tercukupi, masalah kesehatan seperti anemia atau gangguan pencernaan bisa dengan mudah terjadi.

Pada orang sehat, makanan harus memenuhi gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein dari produk hewani atau nabati, lemak yang baik, serta sayuran dan buah. Sayangnya, komposisi gizi seimbang tersebut tak mudah dipenuhi oleh penderita kanker akibat berbagai gangguan makan yang lazim dialami.

Pada prinsipnya, penderita kanker memerlukan makanan yang mengandung kalori dan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Keduanya dibutuhkan agar fungsi sel, regenerasi sel, dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan dan ide mengolahnya agar bisa dinikmati oleh penderita kanker, seperti yang dikemukakan dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid.

1. Daging

Semua jenis daging, termasuk daging sapi, ikan, ayam, kambing, dan domba merupakan makanan yang tinggi protein. 

Dikutip dari klikdokter, selain protein, daging juga mengandung zat besi yang merupakan bahan pembentuk sel darah merah, seng yang berperan dalam pembentukan dan pembelahan sel, serta beberapa jenis vitamin dan mineral lainnya.

Bagi penderita kanker, daging bisa diolah dengan berbagai cara seperti dikukus, direbus, atau digoreng sesuai selera. Namun yang paling utama, pastikan daging dimasak sampai benar-benar matang. Hal ini penting untuk memastikan daging tersebut bebas dari kontaminasi bakteri.

2. Susu dan produk olahannya

Susu dan produk olahannya seperti yoghurt, keju, mentega (butter), hingga whipcream adalah makanan yang mesti dikonsumsi penderita kanker, baik dalam makanan utama maupun sebagai camilan.

Protein, lemak, kalsium, yodium, dan vitamin B12 di dalam susu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi secara efektif bagi penderita kanker. Ada berbagai cara untuk ‘menyelipkan’ susu atau produk olahannya ke dalam makanan, di antaranya adalah:

- Menambahkan segelas kecil susu cair atau beberapa sendok susu bubuk ke dalam makanan yang akan dimakan.
- Mengonsumsi camilan manis dengan whippedcream di atasnya, misalnya dicampurkan dengan pisang, segelas minuman cokelat dingin, dan sebagainya.
- Menumis masakan dengan menggunakan mentega.
- Menambahkan mentega pada karbohidrat yang dikonsumsi sehari-hari, seperti nasi putih, kentang rebus, atau pasta.
-Membubuhkan keju pada makanan, dicampurkan ke dalam kocokan telur dadar atau ditaburkan di atasnya, dijadikan saus untuk kentang goreng, atau dimakan dengan roti tawar.

3. Telur

Telur adalah salah satu sumber protein yang mudah didapat, mudah dimasak, dan tak mahal harganya. Telur juga merupakan sumber vitamin B12, D, E, dan asam folat. 

Pasien kanker bisa mengonsumsi telur dengan cara apapun seperti telur rebus, telur ceplok, telur dadar, atau telur kukus. Jika merasa bosan atau mual mengonsumsi sajian telur yang itu-itu saja, pasien juga bisa makan kue yang mengandung banyak telur seperti brownies, muffin, atau kue chiffon.

4. Sayuran yang tinggi protein

Tak hanya produk hewani, produk nabati juga banyak yang mengandung protein tinggi. Sebut saja tahu, tempe, berbagai jenis kacang (seperti kacang merah, kacang hijau, kacang polong), biji chia, dan beberapa jenis sayuran hijau.

Pantangan makanan untuk penderita kanker

Ada makanan yang wajib dikonsumsi, ada pula makanan yang harus dihindari oleh penderita kanker. Pantangan makanannya meliputi:

- Ikan dan hidangan laut yang tidak dimasak hingga benar-benar matang, misalnya sushi atau sashimi.
- Telur dan daging setengah matang.
- Sayuran yang biasanya digunakan untuk campuran salad yang sudah berada dalam suhu ruangan selama lebih dari dua jam.
- Susu atau yoghurt yang tidak dipasteurisasi.
- Mengonsumsi makanan sisa yang sudah disimpan di kulkas lebih dari tiga hari.
- Daging beku yang tidak dicairkan dengan cara yang tepat (tidak melewati proses yang aman).

Gangguan makan yang sering dialami pasien kanker dan cara mengatasinya. Walaupun sudah tahu makanan apa saja yang boleh dan dilarang, tetapi tetap saja pasien kanker bisa sulit makan karena mengalami gangguan makan. 

Beberapa keluhan gangguan makan yang sering dialami adalah turun atau hilangnya nafsu makan, mual, muntah-muntah, mulut kering, banyak sariawan di rongga mulut, serta nyeri dan kesulitan saat menelan.

Gangguan makan tersebut bisa terjadi karena berbagai penyebab. Mulai dari kanker itu sendiri, bisa juga akibat efek samping pengobatan atau dampak gangguan psikologis yang sering dialami penderita kanker.

Meski mengalami gangguan makan, tetapi penderita kanker tetap harus berupaya sebaik mungkin untuk memenuhi asupan nutrisi yang direkomendasikan. Beberapa cara yang bisa dicoba antara lain:

- Mengonsumsi makanan dalam porsi yang kecil tetapi frekuensinya sering. Misalnya makan setiap 1-2 jam sekali.
- Makan sebelum merasa lapar.
- Usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi.
- Melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam sebelum jam makan dapat membantu meningkatkan nafsu makan.
- Air putih diminum tidak bersamaan dengan konsumsi makanan karena air putih akan menyebabkan rasa kenyang lebih cepat dirasakan.
- Minum minuman yang tinggi kalori seperti milkshake atau smoothie.
- Membiasakan untuk ngemil sebelum tidur.
- Mengonsumsi makanan yang dingin seperti es krim atau puding saat mual.

(ari)

Komentar