aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

7 Kekhawatiran soal Hubungan Intim saat Hamil

Sunday, 6 October 2019 22:00:11 WIB | Nanda Indri Hadiyanti
7 Kekhawatiran soal Hubungan Intim saat Hamil
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Berhubungan intim saat hamil tidak mudah bagi kebanyakan wanita. Banyak kecemasan dan atau kemarahan yang mengiringi proses terjadinya hubungan intim dengan pasangan. Menurut seksolog asal Amerika Judith Steinhart, beberapa wanita menganggap perubahan fisik saat kehamilan menjijikkan, aneh, dan juga tidak nyaman. 

Dilansir The Bump, berikut ini adalah 7 kecemasan yang biasa dirasakan wanita hamil terkait hubungan seks, berikut solusinya.

Pertama, wanita hamil akan mengalami kenaikan berat badan.

Hal tersebut membuat seorang wanita merasa gendut dan tidak menarik lagi. Padahal Anda hanya perlu merubah cara berpikir. Mengandung memang tidak mudah tapi Anda harus tetap mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda sosok yang dicintai. Atau, daripada berpikir ‘saya gemuk’, ubahlah menjadi ‘saya tidak gemuk tapi saya sedang mengandung'. Bukan kah ini luar biasa? Jangan lupa untuk tetap terlihat menarik, jangan hanya mengenakan kaos tapi kenakanlah pakain yang stylish. Jangan lupa mengenakan lipstik, blow rambut dan juga rapikam kuku Anda. Hal-hal itu membantu mengembalikan kepercayaan diri dan juga membuat Anda merasa seksi seperti semula. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Kedua, masalah yang biasa dialami wanita hamil adalah keputihan.

Terasa menjijikan bagi beberapa orang. Tapi ternyata, cairan yang keluar karena peningkatan hormon estrogen dan itu berguna menyingkirkan bakteri yang bisa membahayakan Anda dan bayi Anda. Untuk menghilangkan perasaan jijik, disarankan untuk mandi dan juga memakai wangi-wangian, seperti yang dianjurkan oleh Steinhart. Anjuran lainnya adalah mencoba seks saat mandi bersama pasangan. Tetapi berhati - hati jangan sampai terpeleset karena keseimbangan Anda akan menurun ketika hamil. Jika masih juga merasa risih, ambil sisi baiknya, bahwa Anda tidak lagi memerlukan pelumas. 

Ketiga, ibu hamil biasanya menjadi lebih sensitif rangsangan.

Peningkatan aliran darah ke daerah panggul membuat ibu hamil lebih sensitif dan mudah mencapai orgasme. Tapi bagi orang lain, kepekaan bisa membuat seks menjadi tidak nyaman atau justru menyakitkan. Cara mengatasinya tentu saja dengan beberapa posisi alternatif yang membuat ibu hamil lebih nyaman. Berada di atas atau pasangan di belakang bisa menjadi alternatif. Namun jika tidak juga merasa nyaman, tidak ada salahnya berkata tidak untuk seks. Atau, lakukan beberapa hal lainnya yang bisa menyenangankan pasangan yang tidak perlu melibatkan penetrasi. 

Keempat, perubahan payudara pada ibu hamil.

Payudara Anda memang akan semakin membesar karena persiapan menyusui selama masa kehamilan. Terlihat seksi tapi ternyata rasanya menyakitkan ketika disentuh oleh pasangan. Untuk mengatasinya, terbukalah kepada pasangan bahwa menyentuhnya membuat Anda tidak nyaman. “Apa pun masalahnya, ini tidak akan berlangsung selamanya,” kata Steinhart mengingatkan. Biasanya rasa sakit pada payudara akan menghilang seiring trimester kedua kehamilan. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Kelima, hilangnya libido.

Kehamilan biasanya diiringi dengan rasa mual di pagi hari. Muntah-muntah pukul 6 pagi ternyat berpengaruh pada keinginan seks yang menghilang. “Hilangnya keinginan seks bukan karean berkurangnya rasa cinta,” kata Steinhart. Tapi ibu hamil hanya butuh rasa nyaman ketika melakukan hubungan suami istri. Jadi cobalah melakukan hubungan seks ketika Anda merasa lebih baik, seperti saat tengah hari atau waktu-waktu di luar rutinitas Anda. 

Keenam, lonjakan libido.

Biasanya terjadi di trimester kedua kehamilan. Ini terdengar bagus untuk hubungan Anda tapi mungkin pasangan akan kaget dengan perubahan ini. "Pasangan Anda mungkin khawatir tidak bisa menyenangkan Anda,” ungkap Steinhart. Cara untuk mengatasinya, kapanpun jika libido Anda sedang tidak sama dengan pasangan, mungkin Anda harus melakukan beberapa hal sendirian. Jangan merasa aneh dengan hal tersebut. 

Ketujuh, pasangan yang tidak ingin melakukannya.

Hal ini terasa seperti penyiksaan. Di saat Anda mulai merasa terangsang, tapi pasangan Anda tidak menginginkannya. Beberapa calon ayah merasa takut akan menyakiti bayi mereka. Hal seperti ini bisa diatasi dengan fakta bahwa bayi terlindungi dan tidak akan terluka karena seks. Bayi hanya akan mengetahui kedua orangtuanya bergerak. Jika pemahaman itu diterima pasangan, godalah pasangan dengan pakaian berpotongan rendah.

(nda)

Komentar