aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ssst... Tidur Mendengkur Ternyata Bisa Menyebabkan Impotensi

Friday, 23 August 2019 15:45:32 WIB | Wayan Diananto
Ssst... Tidur Mendengkur Ternyata Bisa Menyebabkan Impotensi
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Mendengkur bisa memicu impotensi. Bagaimana bisa? Ternyata memang bisa. Supaya fungsi ereksinya maksimal, penis harus "dilatih" terus. Bukan berarti laki-laki terus mikirin hal yang jorok atau menonton film porno.

Begini, otak manusia dibekali mekanisme yang membuat pemiliknya ketika memejamkan mata bisa terbawa dalam tidur yang paling nyenyak. Tahap tidur paling nyenyak disebut tidur mimpi alias tidur "R". Pada tahap tidur mimpi (apa pun isi mimpinya), secara otomatis penis pria cenderung ereksi. Setiap malam, ketika memasuki tidur "R", manusia bermimpi empat sampai enam mimpi. Kendati ketika bangun, tidak semua mimpi bisa diingat. Bersyukurlah jika Anda tidur sangat pulas alias menjalani ritual tidur "R".

"Yang terjadi pada pendengkur, di samping oksigen yang masuk susut, sel inflamasi meningkat. Itu mengganggu aliran darah. Efek lain, proses tidur mimpi terganggu sehingga jumlah mimpi sedikit. Latihan untuk penis berkurang. Jika tidak dilatih, lama-lama libido menurun. Inilah gejala awal Anda berisiko impoten. Ketika pasangan lebih memilih tidur ketimbang menjalani aktivitas seksual, berarti ada yang salah dengan tidurnya," sleep physician Dr. Andreas Prasadja, RPSGT mengingatkan.

Fakta lainnya, Jurnal of Clinical Sleep Magazine yang dirilis September 2013 menyebut, sleep apnea membuat orang terlihat jelek! Orang yang kurang tidur dapat ditilik dari kualitas kulitnya yang kusam, kurang bercahaya, tampak keriput, terlihat sedih, dan kentara lingkar matanya. Dalam level lebih gawat, aktivitas sel-sel inflamasi dalam tubuh terus meningkat.

"Fenomena ini membuat darah mengental lalu memperbesar risiko strok. Sementara bagi kulit, sel inflamasi adalah musuh besar yang memakan asam hialuronat. Asam ini berfungsi sebagai pelumas, mempertahankan jaringan ikat sehingga kulit tetap kenyal bercahaya. Jika mendengkur diatasi, bentuk fisik pasien terlihat lebih segar, muda, dan cantik atau tampan," kata Andreas.

Komentar