aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

8 Jenis Makanan yang Bisa Memicu Penuaan Dini

Tuesday, 20 August 2019 04:00:23 WIB | aura.co.id
8 Jenis Makanan yang Bisa Memicu Penuaan Dini
Penuaan dini juga dapat disebabkan oleh asupan makanan yang kurang sehat dan dapat mengganggu kinerja tubuh. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Penuaan dini tak hanya disebabkan oleh kurangnya kepedulian dalam merawat kulit atau paparan sinar matahari. Penuaan dini juga dapat disebabkan oleh asupan makanan yang kurang sehat dan dapat mengganggu kinerja tubuh.

Berikut ini beberapa makanan dan minuman yang dapat memicu percepatan penuaan dan gangguan pada kulit.

Gula

Menyantap makanan dan minuman yang mengandung gula memang nikmat rasanya, namun Anda perlu waspada karena gula menjadi salah satu makanan pemicu penuaan dini yang paling banyak dikonsumsi. Gula dapat menyebabkan gangguan kulit dan melemahkan sistem imun tubuh, sehingga proteksi tubuh terhadap bakteri melemah dan membuat bakteri lebih cepat masuk.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Terlalu banyak gula dapat membuat kulit kusam dan mempercepat timbulnya kerutan halus di wajah. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kerusakan jaringan kolagen dan elastin, dua hal yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit yang menjaga elastisitas kulit dan membuat kulit awet muda. Untuk menghindarinya, gantikan camilan manis dengan buah-buahan yang mengandung pemanis alami.

Garam

Garam, khususnya yang diproses dengan iodine, berakibat sangat buruk pada kulit. Garam menyebabkan pembengkakan pada jaringan tubuh, membuat kulit wajah terlihat membengkak. Terlalu banyak garam juga dapat menimbulkan jerawat, sehingga sangat disarankan untuk mengurangi asupan garam.

Roti tawar dan pasta

Makanan yang mengandung indeks glycemic tinggi kerap kali dikaitkan dengan timbulnya jerawat. Jika Anda mengonsumsi makanan dengan indeks glycemic tinggi, seperti roti tawar, pasta, atau cake, produksi glukosa dan level insulin dalam tubuh juga semakin tinggi.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Pola makan yang mengandung glycemic rendah terbukti mampu mengurangi timbulnya jerawat hingga 50 persen. Untuk menghindarinya, beralihlah ke roti tawar yang mengandung gandum utuh (whole wheat), karena kaya akan antioksidan dan anti-inflamasi.

Alkohol

Alkohol menyebabkan dehidrasi yang berpengaruh terhadap kondisi kulit, karena air yang dicerna tubuh tidak cukup banyak untuk dialirkan ke bagian-bagian lain dalam tubuh, termasuk kulit.

Alkohol juga menimbulkan vasodilatasi (pelebaran diameter pembuluh darah) yang dapat memicu timbulnya rosacea. Rosacea adalah kondisi kemerahan pada kulit yang disertai peradangan menyerupai jerawat.

Kafein

Sama seperti alkohol, minuman yang mengandung kafein seperti kopi, dapat menyebabkan dehidrasi. Tidak hanya membuat kulit kering, kafein juga meningkatkan produksi kortisol, hormon yang diproduksi sebagai respon stress dan meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah. Selain itu, sifatnya yang mampu membuat mata terjaga semalaman, juga dapat menyebabkan lingkaran hitam pada mata.

Gorengan

Makanan yang digoreng akan menyebabkan timbunan minyak di dalam tubuh. Bakteri pun akan terperangkap di dalam tubuh dan kulit, sehingga membuat jerawat semakin banyak muncul.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Makanan dengan pengawet

Snack olahan mengandung kadar pengawet yang tinggi yang tidak baik bagi kesehatan tubuh dan kulit. Makanan berpengawet juga biasanya mengandung sodium dan gula dalam dosis tinggi. Alih-alih menyantap snack berpengawet, gantilah dengan buah-buahan atau sayuran untuk camilan.

Pemanis dan pewarna buatan

Zat pewarna dan pemanis buatan tidak memiliki kadar nutrisi dan dapat menyebabkan iritasi pada tubuh, khususnya jika tubuh Anda cenderung sensitif atau mengidap alergi. Produk-produk buatan seperti ini dapat menyebabkan peradangan dan reaksi histamin, yakni hormon yang dikeluarkan saat tubuh mengalami alergi.

Lebih berbahaya lagi, zat pemanis dan pewarna buatan akan disimpan di dalam jaringan tubuh yang disebabkan oleh kegagalan tubuh dalam mendeteksi zat ini, karena zat ini tidak dibuat oleh alam.

AURA.CO.ID

Komentar