aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Bulan Pertama Setelah melahirkan, Ibu Rawan Terkena Gangguan Kesehatan Mental

Wednesday, 14 August 2019 23:30:23 WIB | Rizki Adis Abeba
3 Bulan Pertama Setelah melahirkan, Ibu Rawan Terkena Gangguan Kesehatan Mental
Jika trimester keempat berhasil dilewati dengan baik, para ibu biasanya cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dengan kehidupan baru bersama bayinya. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Anda mungkin sudah tahu tentang naik turunnya kondisi fisik dan mental ibu hamil selama melalui tiga trimester selama kehamilan. Dalam kurun waktu sembilan bulan, tubuh Anda berubah, emosi naik turun, belum lagi jika Anda mengalami mual dan muntah selama trimester pertama. Namun tahukah Anda, bahwa drama per tiga trimester tersebut belum akan reda setelah ibu melahirkan? Karena trimester keempat sudah menanti Anda.

Ya, trimester keempat merujuk pada waktu tiga bulan pertama setelah ibu melahirkan. Di masa ini, ibu juga masih akan mengalami berbagai drama yang menguras fisik dan mental yang disebabkan banyaknya perubahan signifikan dalam hidup mereka.

Secara fisik, para ibu terutama yang melahirkan dengan cara operasi cesar, masih menjalani fase pemulihan. Di sisi lain, mereka juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi menjadi seorang ibu. Drama menyusui, begadang tiap malam, hingga konflik dengan pasangan atau keluarga yang berkaitan dengan masalah pengasuhan bayi bisa sangat menguras emosi ibu.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

“Mempunyai bayi adalah perombakan total kehidupan seorang ibu. Kehidupan seseorang bisa menjadi sangat tidak teratur. Isu kesehatan mental menjadi sangat penting dalam tahapan kehidupan ini,” kata Laura Jordan, MA, LPC, terapis berlisensi spesialis kesehatan mental reproduktif yang berpraktik di Texas, Amerika Serikat.

Masa trimester keempat, atau tiga bulan pertama setelah melahirkan merupakan saat yang paling rentan membuat ibu terkena gangguan kesehatan mental.

“Faktanya, gangguan suasana hati dan kecemasan setelah melahirkan adalah komplikasi utama setelah melahirkan. Perubahan hormon secara drastis bersamaan dengan faktor-faktor risiko dari lingkungan dapat memicu masalah kesehatan mental seperti meningkatkan kecemasan dan rasa tanggung jawab berlebihan terhadap kehidupan orang lain, perasaan depresi dan berduka karena kehilangan kehidupan sebelum hadirnya bayi. Dan belakangan, kemarahan serta amukan juga dikenal sebagai hal yang sering terjadi pada masa setelah melahirkan,” urai Laura Jordan panjang lebar.

Jika trimester keempat berhasil dilewati dengan baik, para ibu biasanya cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dengan kehidupan baru bersama bayinya di bulan-bulan berikutnya.

(riz)

Komentar