aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Sayangi Mata Anda dengan Asupan Nutrisi Mata yang Seimbang

Friday, 9 August 2019 11:15:21 WIB | Hari Murtono
Sayangi Mata Anda dengan Asupan Nutrisi Mata yang Seimbang
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kesehatan selalu masuk dalam skala prioritas manusia. Apalagi kalau berbicara tentang kesehatan mata. Sebagai indera penglihatan, mata patut dijaga sebaik dan sebijaksana mungkin.

Adakalanya kita berniat menjaga mata kita, tapi cara yang ditempuh kurang bijaksana alias tidak tepat. Ada saja kegiatan yang merugikan mata yang masih kita lakukan, selain itu perhatian terhadap nutrisi yang menunjang kesehatan mata juga tidak terpantau dengan baik.

Masalah pada mata dapat menghalangi orang untuk bergerak leluasa dalam beraktivitas. Hal itu membuat kita sadar, kesehatan mata harus dipupuk sejak usia dini.

Pola makan, pemberian vitamin, jarak baca dan menonton harus diperhatikan benar-benar. Meski kondisi mata yang kurang prima sudah mendera kita, paling tidak banyak cara lain untuk menjaga kesehatan. Yang lebih penting, pengetahuan yang kita miliki kelak bisa diterapkan untuk anak cucu kita kelak.

Berdasarkan penelitian kesehatan para ahli di dunia, selain pancaran sinar matahari, hal lain yang dapat merusak lensa mata adalah cahaya televisi dan komputer. Kedua peralatan elektronik itu memancarkan ultraviolet. Cahaya itu sinar biru yang dapat merusak lensa mata. Sinar biru memiliki panjang gelombang antara 400-500 nm, pada spektrum sinar yang masih dapat diterima mata. Bila terus terakumulasi, sinar ini bisa menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka fotokimia pada retina mata.

Bahaya sinar biru dapat dicegah dengan asupan nutrisi yang cukup. Nutrisi yang baik melindungi kesehatan lensa mata adalah lutein dan zeaxanthin. Lutein memperkuat kemampuan memerangi radikal bebas. Selain itu, lutein juga berperan sebagai antioksidan dengan cara menetralkan radikal bebas.

Lutein adalah suatu kelompok senyawa karotenoid alami yang terdapat pada ASI, sayuran berwarna hijau, dan buah-buahan. Pada tubuh, lutein juga dijumpai pada makular. Karena tubuh tidak dapat mensintesis lutein, setiap hari kita harus mensuplai nutrisi ini, yang bisa didapat dari makanan, terutama sayuran berwarna hijau.

Makular berada di tengah-tengah retina dan bersebelahan dengan lensa mata. Makular merupakan daerah kecil yang mengandung jutaan sel yang membantu menghasilkan penglihatan yang tajam untuk membaca atau melihat objek dengan jelas.

Penelitian yang dilakukan oleh Chitchumroonchokchai dan koleganya pada tahun 2004 di Ohio State University menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin juga dapat melindungi sel lensa manusia dari paparan sinar UV, yang merupakan penyebab utama terjadinya penyakit katarak.

Mereka juga membandingkan aktivitas antioksidan lutein dan zeaxanthin dengan vitamin E. Hasilnya, lutein dan zeaxanthin menunjukkan aktivitas 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin E dalam melindungi sel lensa dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).

Kelompok senyawa karotenoid lain yang ternyata memiliki kemampuan untuk melindungi makular dari paparan sinar UV adalah astaxanthin. Kemampuan antioksidan dan antiinflamasi senyawa astaxanthin dapat memberikan efek perlindungan mata dari sinar UV.

Hingga kini,  aktivitas antioksidan dari senyawa lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin memberi jawaban mekanisme terjadinya peningkatan kesehatan mata. Radikal bebas yang berasal dari sinar UV atau cemaran udara, masuk ke mata dan mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi molekul-molekul rentan pada lensa mata.

Molekul tersebut adalah protein dan lemak yang menyusun lensa mata. Efek dari oksidasi ini menyebabkan rusaknya protein atau lemak pada lensa mata. Lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin menangkap radikal bebas (radical scavenger activity) dengan cara berikatan dengannya sebelum radikal-radikal tersebut merusak protein atau lemak lensa mata.

Dengan kata lain lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin bisa disebut sebagai protektor lensa mata terhadap serangan radikal bebas.Karotenoid juga banyak ditemukan pada sayuran berwarna kuning-jingga seperti wortel, sayuran hijau seperti brokoli, dan buah-buahan berwarna merah dan kuning-jingga, seperti tomat, arbei, semangka, dan mangga.

Jadi, dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan secara teratur, kita dapat memenuhi kebutuhan lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin setiap hari. Yang jelas, efek lain konsumsi sayuran dan buah adalah meningkatkan asupan serat makanan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Perhatikan Pemakaian Komputer

Banyak pekerjaan yang mengharuskan kita tak bisa melepaskan pandangan dari layar komputer. Untuk mengistirahatkan mata, lepaskan pandangan dari layar komputer setiap 20 menit sekali. Tatap benda apa pun yang berjarak sekitar 60 meter di depan Anda selama 20 detik. Setelah itu kembali lagi ke komputer. Dengan begitu, mata tak kelelahan.

Konsumsi Buah-buahan

Olahraga dan tidur cukup, pastinya jadi syarat mutlak kalau Anda ingin seluruh anggota tubuh --  termasuk mata -- sehat. Dengan cukup tidur, dijamin tak ada lingkaran hitam yang membuat tak pede.

Ya, Anda pasti sering mendengar bagaimana wortel yang kaya vitamin A sangat bermanfaat buat mata. Kebenarannya seratus persen! Selain wortel, mentimun juga sangat bagus buat mata, lho.

Tak hanya dikonsumsi sebagai jus, mentimun juga bisa digunakan sebagai perawatan luar untuk menyegarkan mata. Caranya dengan meletakkan potongan mentimun di atas mata, kemudian tutup dengan kain basah.

Konsumsi Suplemen Mata 

Selain gaya hidup sehat, Anda harus menyempurnakan kesehatan dan keindahan mata dengan asupan suplemen. Kami sarankan konsumsi suplemen vitamin mata yang mengandung triple anti-oxidant, yaitu Lutein, Zeaxanthine, dan extract Bilberry.

Lutein & Zeaxanthine adalah blue light filter yang dapat melindungi mata dari sinar matahari dengan menyerap cahaya biru. Selain itu, juga sebagai antioksidan yang dapat mencegah efek berbahaya radikal bebas di mata.

Mengonsumsi suplemen yang kaya kandungan lutein dan zeaxanthine terbukti dapat membantu mengurangi risiko katarak dan gangguan penglihatan lainnya, yang disebabkan faktor bertambahnya usia.

Sebenarnya, mengonsumsi sayuran dan buah berwarna hijau serta jingga tiga porsi sehari dapat memenuhi kebutuhan lutein dan zeaxanthine. Namun jika hal ini sulit dilakukan, mengonsumsi suplemen makanan yang mengandung lutein dan zeaxanthine merupakan pilihan terbaik.

dari Berbagai Sumber

(hari / gur)

Komentar