aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mengenal Jenis-jenis Vaksin Khusus Orang Dewasa

Thursday, 8 August 2019 06:00:28 WIB | Hari Murtono
Mengenal Jenis-jenis Vaksin Khusus Orang Dewasa
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Bicara soal vaksin, biasanya fokus langsung tertuju pada anak-anak. Banyak orangtua khawatir anak mereka telat mendapat vaksin yang dibutuhkan.

Biaya pengobatan yang mahal dan fasilitas kesehatan yang makin tak terjangkau, membuat rasa kuatir berlipat ganda. Bila perlu jadwal vaksin dibuat serapi mungkin dan dilakukan di tempat yang menawarkan kualitas vaksin kelas 1.

Lalu bagaimana untuk para ayah dan ibu? Jangan bilang Anda tidak tahu-menahu soal beberapa vaksin yang patut diketahui usia dewasa.

Pengenalan vaksin untuk usia dewasa di Amerika kian gencar, apalag setelah diperkirakan ada 45 ribu orang yang meninggal karena komplikasi influenza, infeksi pernapasan, dan hepatitis B tiap tahunnya. Penelitian memperlihatkan bahwa kematian bisa dicegah dengan perlindungan berupa vaksin. Berikut ini beberapa vaksin yang perlu diketahui.

1.    Influenza. Vaksin flu sangat dibutuhkan semua orang dewasa. Berguna untuk mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis atau daya tahan tubuh yang lemah, mereka yang bekerja di instansi kesehatan, atau mereka yang tinggal dengan penderita flu atau penyakit komplikasi lainnya. Vaksin flu yang disuntik, pada wanita hamil lebih dianjurkan daripada yang diteteskan secara oral. Vaksin jenis ini bisa diberikan tiap saat sepanjang tahun, namun waktu terbaik adalah Oktober-November. Vaksin ini tidak dianjurkan untuk mereka yang memiliki alergi terhadap telur.

2.    Pneumonia. Dibutuhkan mereka yang berusia 65 tahun ke atas, yang memiliki penyakit kronis, lemah sistem kekebalan tubuh, perokok, atau yang bekerja di instansi kesehatan. Vaksin  ini bisa dilakukan setahun sekali tanpa batasan waktu. Tidak dianjurkan untuk mereka yang memiliki reaksi alergi.

3.    Tetanus, Difteri, dan Pertusis. Satu dosis vaksin kombinasi tetanus, difteri, dan pertusis seluler (Tdap) direkomendasikan untuk usia 19-64 tahun. Pemberian vaksin ini tak terkecuali untuk mereka yang sudah divaksin tetanus atau difteri. Vaksinasi sangat dianjurkan untuk orang yang memiliki luka terbuka yang berpotensi terkena infeksi, yang selalu melakukan kontak dengan bayi, yang baru melahirkan, dan belum pernah divaksin Tdap. Jika Anda berusia 65 tahun ke atas, segeralah meminta vaksin Tdap apalagi kalau masih sering kontak dengan anak usia di bawah 12 tahun. Biasanya setelah suntikan pertama, dianjurkan untuk melakukan suntikan kedua seminggu setelahnya. Dan kemudian melakukan vaksin susulan setelah 12 bulan dari suntikan kedua. Vaksin ini tidak dianjurkan untuk mereka yang mengidap epilepsi dan alergi.

4.    Meningitis. Dapatkan vaksin meningitis jika belum mendapatkannya saat kecil. Vaksin ini juga dianjurkan untuk mereka yang tinggal di asrama untuk pertama kalinya, akan melakukan perjalanan wisata, atau bekerja di daerah yang masih banyak terjangkit meningitis. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk Anda yang berisiko besar terkena atau berada di wilayah KLB (kejadian luar biasa) meningitis. Vaksin ini bisa diperoleh kapan pun. Anda yang berusia 55 tahun ke bawah bisa memperoleh vaksin jenis meningococcal conjugate vaccine. Jika di atas 56 tahun, vaksin yang Anda butuhkan adalah meningococcal polysaccharide vaccine.

5.    Cacar air. Dapatkan vaksin cacar air jika Anda belum mendapatkannya saat anak-anak atau remaja. Yang dianjurkan antara lain yang memiliki daya tahan tubuh lemah, yang tidak yakin apakah sudah terkena cacar saat kecil, atau mereka yang sedang hamil tapi tidak yakin apakah daya tahan tubuh terlindungi dari serangan cacar.

6.    Vaksin MMR (measles, mump, rubella). Ini campuran vaksin untuk cacar air, gondok, dan infeksi pernapasan. Diberikan untuk mereka yang lahir sekitar atau setelah 1957 dan tidak pernah mendapat vaksin MMR. Mereka yang wajib mendapatkan vaksin ini adalah mereka yang tinggal di tempat KLB, pekerja instansi kesehatan, yang tidak pernah divaksin saat kecil, yang sering bepergian, mahasiswa, dan mereka yang saat tes dinyatakan tidak kebal rubella.

7.    Vaksin Human Papilomavirus (HPV). Dapatkan jika Anda berusia 26 atau lebih muda dan belum pernah mendaptkannya saat masih kecil. Untuk laki-laki, vaksin ini berguna melindungi alat vital dari kutil dan mengurangi penyebaran virus yang dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita.

8.    Hepatitis A. Dapatkan jika Anda ingin terbebas dari penyakit yang cukup berbahaya itu. Mereka yang harus mendapatkan vaksin jenis ini antara lain adalah yang punya penyakit liver kronis, yang menggunakan suntikan atau yang pasangannya menyalahgunakan obat-obatan dengan suntikan, turis, dan pekerja instansi kesehatan. Dapatkan vaksin kedua 18 bulan setelah vaksin pertama.

9.    Hepatitis B. Mereka yang wajib mendapatkannya adalah yang aktif secara seksual dan suka berganti pasangan, mereka yang pernah melakukan hubungan badan dengan penderita hepatitis B, dan mereka yang menyalahgunakan jarum suntik.

10.    Herpes Zoster (Shingles). Dapatkan vaksin ini jika Anda berusia di atas 60 tahun. Ibu hamil dilarang menerima suntik vaksin jenis ini, termasuk mereka yang menderita HIV/AIDS, yang menggunakan steroid, terkena radiasi, atau sedang menjalani  kemoterapi.

dari Berbagai Sumber

(hari / gur)

Komentar